<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PENUNJANG MEDIS &#187; pengobatan</title>
	<atom:link href="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/tag/pengobatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
	<description>disease and treatment information</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Apr 2011 17:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
<image>
<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
<url>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/mbp-favicon/menopause.jpg</url>
<title>PENUNJANG MEDIS</title>
</image>
		<item>
		<title>Amandel  (Tonsilitis)</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/amandel-tonsilitis.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/amandel-tonsilitis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 16:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[amandel]]></category>
		<category><![CDATA[gejala amandel]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tonsilitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita mempunyai anak usia diantara 5-15 tahun mungkin kata amandel sudah biasa kita dengar di telinga kita, Amandel merupakan infeksi (radang) tonsil (amandel) yang disebabkan virus. Biasanya diderita anak usia 5-15 tahun. Berdasar lama terjangkiti, amandel dibedakan menjadi 2; amandel akut dan amandel kronis. Disebut amandel akut jika penyakit berlangsung kurang dari 3 minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita mempunyai anak usia diantara 5-15 tahun mungkin kata amandel sudah biasa kita dengar di telinga kita,<br />
Amandel merupakan infeksi (radang) tonsil (amandel) yang disebabkan virus. Biasanya diderita anak usia 5-15 tahun. Berdasar lama terjangkiti, amandel dibedakan menjadi 2; amandel akut dan amandel kronis. Disebut amandel akut jika penyakit berlangsung kurang dari 3 minggu dan amandel kronis jika terjadi 7 kali atau lebih dalam setahun, atau lima kali selama dua tahun, tiga kali setahun secara berturut-turut.<span id="more-253"></span></p>
<p><strong>Gejala</strong><br />
Adapun Gejala amandel antara lain; penderita merasakan tegorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher), nyeri saat menelan (nelan ludah atau makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan, nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga.</p>
<p>Gejala lain berupa demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher. Terkadang penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung).</p>
<p>Gejala tersebut dapat diketahui jika si penderita melakukan pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.<br />
<strong><br />
Pencegahan</strong><br />
Tidak ada cara khusus mencegah amandel. Namun beberapa tips di bawah ini membantu untuk menghindarkan diri dari amandel;<br />
1. Mencuci tangan sesering mungkin mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis.<br />
2. Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/amandel-tonsilitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Kanker Leher Rahim (serviks)</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-leher-rahim-serviks.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-leher-rahim-serviks.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 14:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Kanker Leher Rahim (serviks)]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[DIAGNOSA]]></category>
		<category><![CDATA[Efek samping pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[GEJALA]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan untuk kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[PENYEBAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Kanker serviks Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-211 alignright" title="Kanker Leher Rahim (serviks)" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/kanker_serviks.jpg" alt="Kanker Leher Rahim (serviks)" width="298" height="289" /></p>
<p><strong>DEFINISI</strong> <strong>Kanker serviks</strong></p>
<p>Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina.</p>
<p>Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun.</p>
<p>90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.</p>
<p><strong>PENYEBAB</strong></p>
<p>Kanker serviks terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tak terkendali.</p>
<p>Jika sel serviks terus membelah maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka keadaannya disebut kanker serviks.<span id="more-210"></span></p>
<p>Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks:</p>
<p>1. <em>HPV (human papillomavirus)</em></p>
<p>HPV adalah virus penyebab kutil genitalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16, 18, 45 dan 56.</p>
<p>2. <em>Merokok</em></p>
<p>Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.</p>
<p>3. <em>Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini</em></p>
<p>4. <em>Berganti-ganti pasangan seksua</em>l</p>
<p>5. <em>Suami/pasangan seksualnya</em> melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun, berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks</p>
<p>6. <em>Pemakaian DES (dietilstilbestrol)</em> pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970)</p>
<p>7. <em>Gangguan sistem kekebalan</em></p>
<p>8. <em>Pemakaian pil KB</em></p>
<p>9. <em>Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun</em></p>
<p>10. <em>Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan Pap smear secara rutin) </em></p>
<p><strong>Keadaan Prekanker Pada Serviks</strong></p>
<p>Sel-sel pada permukaan serviks kadang tampak abnormal tetapi tidak ganas.</p>
<p>Para ilmuwan yakin bahwa beberapa perubahan abnormal pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat, yang beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker.</p>
<p>Karena itu beberapa perubahan abnormal merupakan keadaan prekanker, yang bisa berubah menjadi kanker.</p>
<p>Saat ini telah digunakan istilah yang berbeda untuk perubahan abnormal pada sel-sel di permukaan serviks, salah satu diantaranya adalah lesi skuamosa intraepitel (lesi artinya kelainan jaringan, intraepitel artinya sel-sel yang abnormal hanya ditemukan di lapisan permukaan).</p>
<p><strong>Perubahan pada sel-sel ini bisa dibagi ke dalam 2 kelompok:</strong></p>
<p>1. Lesi tingkat rendah : merupakan perubahan dini pada ukuran, bentuk dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks. Beberapa lesi tingkat rendah menghilang dengan sendirinya. Tetapi yang lainnya tumbuh menjadi lebih besar dan lebih abnormal, membentuk lesi tingkat tinggi.</p>
<p>Lesi tingkat rendah juga disebut displasia ringan atau neoplasia intraepitel servikal 1 (NIS 1).</p>
<p>Lesi tingkat rendah paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 25-35 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada semua kelompok umur.</p>
<p>2. Lesi tingkat tinggi : ditemukan sejumlah besar sel prekanker yang tampak sangat berbeda dari sel yang normal.</p>
<p>Perubahan prekanker ini hanya terjadi pada sel di permukaan serviks. Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sel-sel tersebut tidak akan menjadi ganas dan tidak akan menyusup ke lapisan serviks yang lebih dalam.</p>
<p>Lesi tingkat tinggi juga disebut displasia menengah atau displasia berat, NIS 2 atau 3, atau karsinoma in situ.</p>
<p>Lesi tingkat tinggi paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 30-40 tahun.</p>
<p>Jika sel-sel abnormal menyebar lebih dalam ke dalam serviks atau ke jaringan maupun organ lainnya, mada keadaannya disebut kanker serviks atau kanker serviks invasif.</p>
<p>Kanker serviks paling sering ditemukan pada usia diatas 40 tahun.</p>
<p><strong>GEJALA</strong></p>
<p>Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear.</p>
<p>Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya. Pada saat ini akan timbul gejala berikut:</p>
<p>- Perdarahan vagina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause</p>
<p>- Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak)</p>
<p>- Keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer, berwarna pink, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.</p>
<p>Gejala dari kanker serviks stadium lanjut:</p>
<p>- Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan</p>
<p>- Nyeri panggul, punggung atau tungkai</p>
<p>- Dari vagina keluar air kemih atau tinja</p>
<p>- Patah tulang (fraktur).</p>
<p><strong>DIAGNOSA</strong></p>
<p>Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:</p>
<p>1. <em>Pap smear</em></p>
<p>Pap smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Akibatnya angka kematian akibat kanker servikspun menurun sampai lebih dari 50%.</p>
<p>Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun, sebaiknya menjalani Pap smear secara teratur yaitu 1 kali/tahun. Jika selama 3 kali berturut-turut menunjukkan hasil yang normal, Pap smear bisa dilakukan 1 kali/2-3tahun.</p>
<p>Hasil pemeriksaan Pap smear menunjukkan stadium dari kanker serviks:</p>
<p>- Normal</p>
<p>- Displasia ringan (perubahan dini yang belum bersifat ganas)</p>
<p>- Displasia berat (perubahan lanjut yang belum bersifat ganas)</p>
<p>- Karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar)</p>
<p>- Kanker invasif (kanker telah menyebar ke lapisan serviks yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainnya).</p>
<p><a title="kurich techno blog" href="http://www.kurich.com/" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-212" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/pap_smear1.jpg" rel="dofollow" alt="" width="386" height="274" /></a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-213" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/pap_smear2.jpg" alt="" width="400" height="296" /></p>
<p>2.  <em>Biopsi</em></p>
<p>Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks, atau jika Pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker.</p>
<p>3. <em>Kolposkopi (pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar)</em></p>
<p>4. <em>Tes Schiller</em></p>
<p>Serviks diolesi dengan lauran yodium, sel yang sehat warnanya akan berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang abnormal warnanya menjadi putih atau kuning.</p>
<p>Untuk membantu menentukan stadium kanker, dilakukan beberapa pemeriksan berikut:</p>
<p>- Sistoskopi</p>
<p>- Rontgen dada</p>
<p>- Urografi intravena</p>
<p>- Sigmoidoskopi</p>
<p>- Skening tulang dan hati</p>
<p>- Barium enema.</p>
<p><strong>PENGOBATAN</strong></p>
<p>Pengobatan lesi prekanker</p>
<p>Pengobatan lesi prekanker pada serviks tergantung kepada beberapa faktor berikut:</p>
<p>- tingkatan lesi (apakah tingkat rendah atau tingkat tinggi)</p>
<p>- rencana penderita untuk hamil lagi</p>
<p>- usia dan keadaan umum penderita.</p>
<p>Lesi tingkat rendah biasanya tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut, terutama jika daerah yang abnormal seluruhnya telah diangkat pada waktu pemeriksaan biopsi. Tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan Pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin.</p>
<p># Pengobatan pada lesi prekanker bisa berupa: Kriosurgeri (pembekuan)</p>
<p># Kauterisasi (pembakaran, juga disebut diatermi)</p>
<p># Pembedahan laser untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal tanpa melukai jaringan yang sehat di sekitarnya</p>
<p># LEEP (loop electrosurgical excision procedure) atau konisasi.</p>
<p>Setelah menjalani pengobatan, penderita mungkin akan merasakan kram atau nyeri lainnya, perdarahan maupun keluarnya cairan encer dari vagina.</p>
<p>Pada beberapa kasus, mungkin perlu dilakukan histerektomi (pengangkatan rahim), terutama jika sel-sel abnormal ditemukan di dalam lubang serviks. Histerektomi dilakukan jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi.</p>
<p><em>Pengobatan untuk kanker serviks</em></p>
<p>Pemilihan pengobatan untuk kanker serviks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor, stadium penyakit, usia, keadaan umum penderita dan rencana penderita untuk hamil lagi.</p>
<p>1. <em>Pembedahan</em></p>
<p>Pada karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar), seluruh kanker seringkali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui LEEP.</p>
<p>Dengan pengobatan tersebut, penderita masih bisa memiliki anak.</p>
<p>Karena kanker bisa kembali kambuh, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan Pap smear setiap 3 bulan selama 1 tahun pertama dan selanjutnya setiap 6 bulan.</p>
<p>Jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi, dianjurkan untuk menjalani histerektomi.</p>
<p>Pada kanker invasif, dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur di sekitarnya (prosedur ini disebut histerektomi radikal) serta kelenjar getah bening.</p>
<p>Pada wanita muda, ovarium (indung telur) yang normal dan masih berfungsi tidak diangkat.</p>
<p>2. <em>Terapi penyinaran</em></p>
<p>Terapi penyinaran (radioterapi) efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul.</p>
<p>Pada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.</p>
<p>Ada 2 macam radioterapi:</p>
<p>- Radiasi eksternal : sinar berasar dari sebuah mesin besar</p>
<p>Penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit, penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari/minggu selama 5-6 minggu.</p>
<p>- Radiasi internal : zat radioaktif terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung ke dalam serviks.</p>
<p>Kapsul ini dibiarkan selama 1-3 hari dan selama itu penderita dirawat di rumah sakit. Pengobatan ini bisa diulang beberapa kali selama 1-2 minggu.</p>
<p>Efek samping dari terapi penyinaran adalah:</p>
<p>- iritasi rektum dan vagina</p>
<p>- kerusakan kandung kemih dan rektum</p>
<p>- ovarium berhenti berfungsi.</p>
<p>3. Kemoterapi</p>
<p>Jika kanker telah menyebar ke luar panggul, kadang dianjurkan untuk menjalani kemoterapi. Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.</p>
<p>Obat anti-kanker bisa diberikan melalui suntikan intravena atau melalui mulut.</p>
<p>Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus, artinya suatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan, lalu dilakukan pengobatan, diselingi denga pemulihan, begitu seterusnya.</p>
<p>4. <em>Terapi biologis</em></p>
<p>Pada terapi biologis digunakan zat-zat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.</p>
<p>Terapi biologis dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.</p>
<p>Yang paling sering digunakan adalah interferon, yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi.</p>
<p><strong>Efek samping pengobatan</strong></p>
<p>Selain membunuh sel-sel kanker, pengobatan juga menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang sehat sehingga seringkali menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan.</p>
<p>Efek samping dari pengobatankanker sangat tergantung kepada jenis dan luasnya pengobatan. Selain itu, reaksi dari setiap penderita juga berbeda-beda.</p>
<p>Metoda untuk membuang atau menghancurkan sel-sel kanker pada permukaan serviks sama dengan metode yang digunakan untuk mengobati lesi prekanker.</p>
<p>Efek samping yang timbul berupa kram atau nyeri lainnya, perdarahan atau keluar cairan encer dari vagina.</p>
<p>Beberapa hari setelah menjalani histerektomi, penderita bisa mengalami nyeri di perut bagian bawah. Untuk mengatasinya bisa diberikan obat pereda nyeri.</p>
<p>Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam berkemih dan buang air besar. Untuk membantu pembuangan air kemih bisa dipasang kateter.</p>
<p>Beberapa saat setealh pembedahan, aktivitas penderita harus dibatasi agar penyembuhan berjalan lancar. Aktivitas normal (termasuk hubungan seksual) biasanya bisa kembali dilakukan dalam waktu 4-8 minggu.</p>
<p>Setelah menjalani histerektomi, penderita tidak akan mengalami menstruasi lagi. Histerektomi biasanya tidak mempengaruhi gairah seksual dan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual.</p>
<p>Tetapi banyak penderita yang mengalami gangguan emosional setelah histerektomi. Pandangan penderita terhadap seksualitasnya bisa berubah dan penderita merasakan kehilangan karena dia tidak dapat hamil lagi.</p>
<p>Selama menjalani radioterap, penderita mudah mengalami kelelahan yang luar biasa, terutama seminggu sesudahnya.</p>
<p>Istirahat yang cukup merupakan hal yang penting, tetapi dokter biasanya menganjurkan agar penderita sebisa mungkin tetap aktif.</p>
<p>Pada radiasi eksternal, sering terjadi kerontokan rambut di daerah yang disinari dan kulit menjadi merah, kering serta gatal-gatal. Mungkin kulit akan menjadi lebih gelap.</p>
<p>Daerah yang disinari sebaiknya mendapatkan udara yang cukup, tetapi harus terlindung dari sinar matahari dan penderita sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang bisa mengiritasi daerah yang disinari.</p>
<p>Biasanya, selama menjalani radioterapi penderita tidak boleh melakukan hubungan seksual.</p>
<p>Kadang setelah radiasi internal, vagina menjadi lebh sempit dan kurang lentur, sehingga bisa menyebabkan nyeri ketika melakukan hubungan seksual. Untuk mengatasi hal ini, penderita diajari untuk menggunakan dilator dan pelumas dengan bahan dasar air.</p>
<p>Pada radioterapi juga bisa timbul diare dan sering berkemih.</p>
<p>Efek samping dari kemoterapi sangat tergantung kepada jenis dan dosis obat yang digunakan. Selain itu, efek sampingnya pada setiap penderita berlainan.</p>
<p>Biasanya obat anti-kanker akan mempengaruhi sel-sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel darah (yang berfungsi melawan infeksi, membantu pembekuan darah atau mengangkut oksigen ke seluruh tubuh).</p>
<p>Jika sel darah terkena pengaruh obat anti-kanker, penderita akan lebih mudah mengalami infeksi, mudah memar dan mengalami perdarahan serta kekurangan tenaga.</p>
<p>Sel-sel pada akar rambut dan sel-sel yang melapisi saluran pencernaan juga membelah dengan cepat.</p>
<p>Jika sel-sel tersebut terpengaruh oleh kemoterapi, penderita akan mengalami kerontokan rambut, nafsu makannya berkurang, mual, muntah atau luka terbuka di mulut.</p>
<p>Terapi biologis bisa menyebabkan gejala yang menyerupai flu, yaitu menggigil, demam, nyeri otot, lemah, nafsu makan berkurang, mual, muntah dan diare.</p>
<p>Kadang timbul ruam, selain itu penderita juga bisa mudah memar dan mengalami perdarahan.</p>
<p><strong>PENCEGAHAN</strong></p>
<p>Ada 2 cara untuk mencegah kanker serviks:</p>
<p>1. Mencegah terjadinya infeksi HPV</p>
<p>2. Melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur .</p>
<p>Pap smear (tes Papanicolau) adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari apusan serviks.</p>
<p>Pada pemeriksaan Pap smear, contoh sel serviks diperoleh dengan bantuan sebuah spatula yang terbuat dari kayu atau plastik (yang dioleskan bagian luar serviks) dan sebuah sikat kecil (yang dimasukkan ke dalam saluran servikal).</p>
<p>Sel-sel serviks lalu dioleskan pada kaca obyek lalu diberi pengawet dan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa.</p>
<p>24 jam sebelum menjalani Pap smear, sebaiknya tidak melakukan pencucian atau pembilasan vagina, tidak melakukan hubungan seksual, tidak berendam dan tidak menggunakan tampon.</p>
<p>Pap smear sangat efektif dalam mendeteksi perubahan prekanker pada serviks.</p>
<p>Jika hasil Pap smear menunjukkan displasia atau serviks tampak abnormal, biasanya dilakukan kolposkopi dan biopsi</p>
<p># Anjuran untuk melakukan Pap smear secara teratur: Setiap tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun</p>
<p># Setiap tahun untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kutil kelamin</p>
<p># Setiap tahun untuk wanita yang memakai pil KB</p>
<p># Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali Pap smear berturut-turut menunjukkan hasil negatif atau untuk wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker</p>
<p># Sesering mungkin jika hasil Pap smear menunjukkan abnormal</p>
<p># Sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks.</p>
<p>Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker serviks sebaiknya:</p>
<p>- Anak perempuan yang berusia dibawah 18 tahun tidak melakukan hubungan seksual.</p>
<p>- Jangan melakukan hubungan seksual dengan penderita kutil kelamin atau gunakan kondom untuk mencegah penularan kutil kelamin</p>
<p>- Jangan berganti-ganti pasangan seksual</p>
<p>- Berhenti merokok.</p>
<p>Pemeriksaan panggul setiap tahun (termasuk Pap smear) harus dimulai ketika seorang wanita mulai aktif melakukan hubungan seksual atau pada usia 20 tahun. Setiap hasil yang abnormal harus diikuti dengan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi.</p>
<p>Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa vitamin A berpertan dalam menghentikan atau mencegah perubahan keganasan pada sel-sel, seperti yang terjadi pada permukaan serviks.</p>
<p><em>(sumber:medicastore)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-leher-rahim-serviks.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Kanker Payudara</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-payudara.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-payudara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 14:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[GEJALA]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kanker payudara]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker invasif]]></category>
		<category><![CDATA[Karsinoma meduler]]></category>
		<category><![CDATA[Karsinoma tubuler]]></category>
		<category><![CDATA[kemoterapi kanker payudara]]></category>
		<category><![CDATA[mastektomi]]></category>
		<category><![CDATA[obat kanker payudara]]></category>
		<category><![CDATA[Pembedahan kanker]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[PENYEBAB]]></category>
		<category><![CDATA[Stadium kanker payudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Beberapa jenis kanker payudara: 1. Karsinoma in situ Karsinoma in situ artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-205 alignright" title="kanker payudara" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/kelenjar_susu.jpg" alt="kanker payudara" width="400" height="320" /><br />
<strong>DEFINISI</strong><br />
<em>Kanker Payudara</em> adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.</p>
<p>Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.</p>
<p><em><strong>Beberapa jenis kanker payudara:</strong></em></p>
<p>1. <em>Karsinoma in situ</em><br />
Karsinoma in situ artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalnya.<br />
2. <em>Karsinoma duktal</em><br />
Karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju ke puting susu.<span id="more-204"></span><br />
Sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal.<br />
Kanker ini bisa terjadi sebelum maupun sesudah masa menopause.<br />
Kadang kanker ini dapat diraba dan pada pemeriksaan mammogram, kanker ini tampak sebagai bintik-bintik kecil dari endapan kalsium (mikrokalsifikasi).<br />
Kanker ini biasanya terbatas pada daerah tertentu di payudara dan bisa diangkat secara keseluruhan melalui pembedahan.<br />
Sekitar 25-35% penderita karsinoma duktal akan menderita kanker invasif (biasanya pada payudara yang sama).<br />
3. K<em>arsinoma lobuler</em><br />
Karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopause.<br />
Kanker ini tidak dapat diraba dan tidak terlihat pada mammogram, tetapi biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada mammografi yang dilakukan untuk keperluan lain.<br />
Sekitar 25-30% penderita karsinoma lobuler pada akhirnya akan menderita kanker invasif (pada payudara yang sama atau payudara lainnya atau pada kedua payudara).<br />
4. <em>Kanker invasif</em><br />
Kanker invasif adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, bisa terlokalisir (terbatas pada payudara) maupun metastatik (menyebar ke bagian tubuh lainnya).<br />
Sekitar 80% kanker payudara invasif adalah kanker duktal dan 10% adalah kanker lobuler.<br />
5. <em>Karsinoma meduler</em><br />
Kanker ini berasal dari kelenjar susu.<br />
6. <em>Karsinoma tubuler</em><br />
Kanker ini berasal dari kelenjar susu.<br />
<strong>PENYEBAB</strong><br />
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.<br />
<strong>Beberapa faktor resiko tersebut adalah:</strong></p>
<p>1. <em>Usia.</em><br />
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.<br />
2. <em>Pernah menderita kanker payudara.</em><br />
Wanita yang pernah menderita kanker in situ atau kanker invasif memiliki resiko tertinggi untuk menderita kanker payudara.<br />
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka resiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.<br />
3. <em>Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.</em><br />
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.<br />
4. <em>Faktor genetik dan hormonal.</em><br />
Telah ditemukan 2 varian gen yang tampaknya berperan dalam terjadinya kanker payudara, yaitu BRCA1 dan BRCA2. Jika seorang mwanita memiliki salah satu dari gen tersebut, maka kemungkinan menderita kanker payudara sangat besar.<br />
Gen lainnya yang juga diduga berperan dalam terjadinya kanker payudara adalah p53, BARD1, BRCA3 dan Noey2.<br />
Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang secara genetik mengalami kerusakan.<br />
Faktor hormonal juga penting karena hormon memicu pertumbuhan sel. Kadar hormon yang tinggi selama masa reproduktif wanita, terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal karena kehamilan, tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker.<br />
5. <em>Pernah menderita penyakit payudara non-kanker</em>.<br />
Resiko menderita kanker payudara agak lebih tinggi pada wanita yang pernah menderita penyakit payudara non-kanker yang menyebabkan bertambahnya jumlah saluarn air susu dan terjadinya kelainan struktur jaringan payudara (hiperplasia atipik).<br />
6. <em>Menarke</em> (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.<br />
Semakin dini menarke, semakin besar resiko menderita kanker payudara. Resiko menderita kanker payudara adalah 2-4 kali lebih besar pada wanita yang mengalami menarke sebelum usia 12 tahun.<br />
Demikian pula halnya dengan menopause ataupun kehamilan pertama. Semakin lambat menopause dan kehamilan pertama, semakin besar resiko menderita kanker payudara<br />
7. <em>Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen</em>.<br />
Pil KB bisa sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yang tergantung kepada usia, lamanya pemakaian dan faktor lainnya. Belum diketahui berapa lama efek pil akan tetap ada setelah pemakaian pil dihentikan.<br />
Terapi sulih estrogen yang dijalani selama lebih dari 5 tahun tampaknya juga sedikit meningkatkan resiko kanker payudara dan resikonya meningkat jika pemakaiannya lebih lama.<br />
8. <em>Obesitas pasca menopause</em>.<br />
Obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara masih diperdebatkan. Beberapa penelitian menyebutkan obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara kemungkinan karena tingginya kadar estrogen pada wanita yang obes.<br />
9. <em>Pemakaian alkohol.</em><br />
Pemakaian alkoloh lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.<br />
10. <em>Bahan kimia.</em><br />
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.<br />
11. <em>DES (dietilstilbestrol)</em>.<br />
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara.<br />
12. <em>Penyinaran.</em><br />
Pemaparan terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada), pada masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.<br />
13. <em>Faktor resiko lainnya</em>.<br />
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim, ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.</p>
<p><strong>GEJALA</strong><br />
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.</p>
<p>Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.<br />
Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya.</p>
<p>Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.</p>
<p>Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:<br />
- Benjolan atau massa di ketiak<br />
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara<br />
- Keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah)<br />
- Perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu)<br />
- Payudara tampak kemerahan<br />
- Kulit di sekitar puting susu bersisik<br />
- Puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal<br />
- Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara .</p>
<p>Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.</p>
<p><strong>Penyaringan</strong></p>
<p>Kanker pada stadium awal jarang menimbulkan gejala, karena itu sangat penting untuk melakukan penyaringan.<br />
Beberapa prosedur yang digunakan untuk penyaringan kanker payudara:</p>
<p>1. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).<br />
Jika SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini.<br />
Sebaiknya SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang paling tepat untuk melakukan SADARI adalah 7-10 hari sesudah hari 1 menstruasi. Bagi wanita pasca menopause, SADARI bisa dilakukan kapan saja, tetapi secara rutin dilakuka setiap bulan (misalnya setiap awal bulan).<br />
2. Mammografi.<br />
Pada mammografi digunakan sinar X dosis rendah untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara.<br />
Para ahli menganjurkan kepada setiap wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan mammogram secara rutin setiap 1-2 tahun dan pada usia 50 tahun keatas mammogarm dilakukan sekali/tahun.<br />
3. USG payudara.<br />
USG digunakan untuk membedakan kista (kantung berisi cairan) dengan benjolan padat.<br />
4. Termografi.<br />
Pada termografi digunakan suhu untuk menemukan kelainan pada payudara.</p>
<p>SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)</p>
<p>1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.<br />
2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.<br />
3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.<br />
4. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit.<br />
Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri.<br />
Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.<br />
5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu.<br />
Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.<br />
6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan.<br />
Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri.</p>
<p>Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-206" title="kanker payudara" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/breast_exams1.jpg" alt="kanker payudara" width="400" height="320" /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-207" title="kanker payudara" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/breast_exams2.jpg" alt="kanker payudara" width="400" height="320" /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-208" title="kanker payudara" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/breast_examx3.jpg" alt="kanker payudara" width="397" height="298" /><br />
<strong>DIAGNOSA</strong><br />
# Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan berikut: Biopsi (pengambilan contoh jaringan payudara untuk diperiksa dengan mikroskop)<br />
# Rontgen dada<br />
# Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi hati dan penyebaran kanker<br />
# Skening tulang (dilakukan jika tumornya besar atau ditemukan pembesaran kelenjar getah bening)<br />
# Mammografi<br />
# USG payudara.</p>
<p>Staging (Penentuan Stadium Kanker)</p>
<p>Penentuan stadium kanker penting sebagai panduan pengobatan, follow-up dan menentukan prognosis.<br />
Staging kanker payudara (American Joint Committee on Cancer):<br />
- Stadium 0 : Kanker in situ dimana sel-sel kanker berada pada tempatnya di dalam jaringan payudara yang normal<br />
- Stadium I : Tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm dan belum menyebar keluar payudara<br />
- Stadium IIA : Tumor dengan garis tengah 2-5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm tetapi sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak<br />
- Stadium IIB : Tumor dengan garis tengah lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau tumor dengan garis tengah 2-5 cm tetapi sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak<br />
- Stadium IIIA : Tumor dengan garis tengah kurang dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak disertai perlengketan satu sama lain atau perlengketah ke struktur lainnya; atau tumor dengan garis tengah lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak<br />
- Stadium IIIB : Tumor telah menyusup keluar payudara, yaitu ke dalam kulit payudara atau ke dinding dada atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di dalam dinding dada dan tulang dada<br />
- Stadium IV : Tumor telah menyebar keluar daerah payudara dan dinding dada, misalnya ke hati, tulang atau paru-paru.</p>
<p>Selain stadium kanker, terdapat faktor lain yang mempengaruhi jenis pengobatan dan prognosis:<br />
# Jenis sel kanker<br />
# Gambaran kanker<br />
# Respon kanker terhadap hormon<br />
Kanker yang memiliki reseptor estrogen tumbuh secara lebih lambat dan lebih sering ditemukan pada wanita pasca menopause.<br />
# Ada atau tidaknya gen penyebab kanker payudara.</p>
<p>PENGOBATAN<br />
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.<br />
Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.</p>
<p>Terapi penyinaran digunakan membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.<br />
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembanganbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.</p>
<p>Pengobatan untuk kanker payudara yang terlokalisir</p>
<p>Untuk kanker yang terbatas pada payudara, pengobatannya hampir selalu meliputi pembedahan (yang dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan) untuk mengangkat sebanyak mungkin tumor.<br />
Terdapat sejumlah pilihan pembedahan, pilihan utama adalah mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) atau pembedahan breast-conserving (hanya mengangkat tumor dan jaringan normal di sekitarnya).</p>
<p>Pembedahan breast-conserving</p>
<p>1. Lumpektomi : pengangkatan tumor dan sejumlah kecil jaringan normal di sekitarnya<br />
2. Eksisi luas atau mastektomi parsial : pengangkatan tumor dan jaringan normal di sekitarnya yang lebih banyak<br />
3. Kuadrantektomi : pengangkatan seperempat bagian payudara.</p>
<p>Pengangkatan tumor dan beberapa jaringan normal di sekitarnya memberikan peluang terbaik untuk mencegah kambuhnya kanker.<br />
Keuntungan utama dari pembedahan breast-conserving ditambah terapi penyinaran adalah kosmetik.<br />
Biasanya efek samping dari penyinaran tidak menimbulkan nyeri dan berlangsung tidak lama. Kulit tampak merah atau melepuh.</p>
<p>Mastektomi</p>
<p>1. Mastektomi simplek : seluruh jaringan payudara diangkat tetapi otot dibawah payudara dibiarkan utuh dan disisakan kulit yang cukup untuk menutup luka bekas operasi. Rekonstruksi payudara lebih mudah dilakukan jika otot dada dan jaringan lain dibawah payudara dibiarkan utuh.<br />
Prosedur ini biasanya digunakan untuk mengobati kanker invasif yang telah menyebar luar ke dalam saluran air susu, karena jika dilakukan pembedahan breast-conserving, kanker sering kambuh.<br />
2. Mastektomi simplek ditambah diseksi kelenjar getah bening atau modifikasi mastektomi radikal : seluruh jaringan payudara diangkat dengan menyisakan otot dan kulit, disertai pengangkatan kelenjar getah bening ketiak.<br />
3. Mastektomi radikal : seluruh payudara, otot dada dan jaringan lainnya diangkat.</p>
<p>Terapi penyinaran yang dilakukan setelah pembedahan, akan sangat mengurangi resiko kambuhnya kanker pada dinding dada atau pada kelenjar getah bening di sekitarnya.</p>
<p>Ukuran tumor dan adanya sel-sel tumor di dalam kelenjar getah bening mempengaruhi pemakaian kemoterapi dan obat penghambat hormon.<br />
Beberapa ahli percaya bahwa tumor yang garis tengahnya lebih kecil dari 1,3 cm bisa diatasi dengan pembedahan saja. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 5 cm, setelah pembedahan biasanya diberikan kemoterapi. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 7,6 cm, kemoterapi biasanya diberikan sebelum pembedahan.</p>
<p>Penderita karsinoma lobuler in situ bisa tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak menjalani pengobatan atau segera menjalani mastektomi bilateral (pengangkatan kedua payudara).<br />
Hanya 25% karsinoma lobuler yang berkembang menjadi kanker invasif sehingga banyak penderita yang memilih untuk tidak menjalani pengobatan.<br />
Jika penderita memilih untuk menjalani pengobatan, maka dilakukan mastektomi bilateral karena kanker tidak selalu tumbuh pada payudara yang sama dengan karsinoma lobuler.<br />
Jika penderita menginginkan pengobatan selain mastektomi, maka diberikan obat penghambat hormon yaitu tamoxifen.</p>
<p>Setelah menjalani mastektomi simplek, kebanyakan penderita karsinoma duktal in situ tidak pernah mengalami kekambuhan.<br />
Banyak juga penderita yang menjalani lumpektomi, kadang dikombinasi dengan terapi penyinaran.</p>
<p>Kanker payudara inflamatoir adalah kanker yang sangat serius meskipun jarang terjadi. Payudara tampak seperti terinfeksi, teraba hangat, merah dan membengkak.<br />
Pengobatannya terdiri dari kemoterapi dan terapi penyinaran.</p>
<p>Rekonstrusi payudara</p>
<p>Untuk rekonstruksi payudara bisa digunakan implan silikon atau salin maupun jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya.<br />
Rekonstruksi bisa dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau bisa juga dilakukan di kemudian hari.</p>
<p>Akhir-akhir ini keamanan pemakaian silikon telah dipertanyakan. Silikon kadang merembes dari kantongnya sehingga implan menjadi keras, menimbulkan nyeri dan bentuknya berubah. Selain itu, silikon kadang masuk ke dalam laliran darah.</p>
<p>Kemoterapi &amp; Obat Penghambat Hormon</p>
<p>Kemoterapi dan obat penghambat hormon seringkali diberikan segera setelah pembedahan dan dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun.<br />
Pengobatan ini menunda kembalinya kanker dan memperpanjang angka harapan hidup penderita.<br />
Pemberian beberapa jenis kemoterapi lebih efektif dibandingkan dengan kemoterapi tunggal. Tetapi tanpa pembedahan maupun penyinara, obat-obat tersebut tidak dapat menyembuhkan kanker payudara.</p>
<p>Efek samping dari kemoterapi bisa berupa mual, lelah, muntah, luka terbuka di mulut yang menimbulkan nyeri atau kerontokan rambut yang sifatnya sementara.<br />
Pada saat ini muntah relatif jarang terjadi karena adanya obat ondansetron. Tanpa ondansetron, penderita akan muntah sebanyak 1-6 kali selama 1-3 hari setelah kemoterapi. Berat dan lamanya muntah bervariasi, tergantung kepada jenis kemoterapi yang digunakan dan penderita.<br />
Selama beberapa bulan, penderita juga menjadi lebih peka terhadap infeksi dan perdarahan.<br />
Tetapi pada akhirnya efek samping tersebut akan menghilang.</p>
<p>Tamoxifen adalah obat penghambat hormon yang bisa diberikan sebagai terapi lanjutan setelah pembedahan.<br />
Tamoxifen secara kimia berhubungan dengan esrogen dan memiliki beberapa efek yang sama dengan terapisulih hormon (misalnya mengurangi resiko terjadinya osteoporosis dan penyakit jantung serta meningkatkan resiko terjadinya kanker rahim). Tetapi tamoxifen tidak mengurangi hot flashes ataupun merubah kekeringan vagina akibat menopause.</p>
<p>Pengobatan kanker payudara yang telah menyebar</p>
<p>Kanker payudara bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah paru-paru, hati, tulang, kelenjar getah bening, otak dan kulit.<br />
Kanker muncul pada bagian tubuh tersebut dalam waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kanker terdiagnosis dan diobati.</p>
<p>Penderita kanker payudara yang telah menyebar tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya tidak akan memperoleh keuntungan dari pengobatan. Akibatnya pengobatan seringkali ditunda sampai timbul gejala (misalnya nyeri) atau kanker mulai memburuk.<br />
Jika penderita merasakan nyeri, diberikan obat penghambat hormon atau kemoterapi untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.<br />
Tetapi jika kanker hanya ditemukan di tulang, maka dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran merupakan pengobatan yang paling efektif untuk kanker tulang dan kanker yang telah menyebar ke otak.</p>
<p>Obat penghambat hormon lebih sering diberikan kepada:<br />
- kanker yang didukung oleh estrogen<br />
- penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kanker selama lebih dari 2 tahun setelah terdiagnosis &#8211; kanker yang tidak terlalu mengancam jiwa penderita.<br />
Obat tersebut sangat efektif jika diberikan kepada penderita yang berusia 40 tahun dan masih mengalami menstruasi serta menghasilkan estrogen dalam jumlah besar atau kepada penderita yang 5 tahun lalu mengalami menopause.</p>
<p>Tamoxifen memiliki sedikit efek samping sehngga merupakan obat pilihan pertama.<br />
Selain itu, untuk menghentikan pembentukan estrogen bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat ovarium (indung telur) atau terapi penyinaran untuk menghancurkan ovarium.</p>
<p>Jika kanker mulai menyebar kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pemberian obat penghambat hormon, maka digunakan obat penghambat hormon yang lain.<br />
Aminoglutetimid adalah obat penghambat hormon yang banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat kanker di dalam tulang. Hydrocortisone (suatu hormon steroid) biasanya diberikan pada saat yang bersamaan, karena aminoglutetimid menekan pembentukan hydrocortisone alami oleh tubuh.</p>
<p>Kemoterapi yang paling efektif adalah cyclophosphamide, doxorubicin, paclitaxel, dosetaxel, vinorelbin dan mitomycin C. Obat-obat ini seringkali digunakan sebagai tambahan pada pemberian obat penghambat hormon.</p>
<p><strong>PROGNOSIS</strong></p>
<p>Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini.<br />
Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati:<br />
- 95% untuk stadium 0<br />
- 88% untuk stadium I<br />
- 66% untuk stadium II<br />
- 36% untuk stadium III<br />
- 7% untuk stadium IV.</p>
<p>PENCEGAHAN<br />
Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan.<br />
Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.</p>
<p>Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembhan jika masih pada stadium dini.<br />
SADARI, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.</p>
<p>Penelitian terakhir telah menyebutkan 2 macam obat yang terbukti bisa mengurangi resiko kanker payudara, yaitu tamoxifen dan raloksifen. Keduanya adalah anti estrogen di dalam jaringan payudara.<br />
tamoxifen telah banyak digunakan untuk mencegah kekambuhan pada penderita yang telah menjalani pengobatan untuk kanker payudara.<br />
Obat ini bisa digunakan pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi.</p>
<p>Mastektomi pencegahan adalah pembedahan untuk mengangkat salah satu atau kedua payudara dan merupakan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker, wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53, BRCA1 atauk BRCA 2).<br />
<em>(sumber:medicastore)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-payudara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flu babi dan bagaimana cara menghindarinya</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/flu-babi-dan-bagaimana-cara-menghindarinya.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/flu-babi-dan-bagaimana-cara-menghindarinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 16:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flu babi dan bagaimana cara menghindarinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[asal mula flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi dan bagaimana cara menghindarinya]]></category>
		<category><![CDATA[gejala flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penularan flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin flu babi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Belum reda pemberitaan flu singapura Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu. Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum reda pemberitaan flu singapura Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu.</p>
<p>Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara Spanyol, Selandia Baru, dan Kanada melaporkan dugaan kasus tersebut.<span id="more-127"></span></p>
<p>Apakah flu babi itu dan bagaimana cara pencegahannya? Berikut jawaban dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention<br />
<strong>Apakah flu babi itu?</strong></p>
<p>Flu babi adalah <em>penyakit pernafasan yang menyerang babi, biasanya penyakit itu tak menular pada manusia. Ketika babi terkena penyakit ini, menurut data WHO 1-4 persen mati. Kadang flu babi juga diidap manusia yang bersentuhan dengan babi.</em></p>
<p><strong>Mengapa flu babi seperti di Meksiko bisa mematikan?</strong></p>
<p><em>Flu babi yang menyerang saat ini berbeda dengan jenis flu yang biasanya ada pada manusia atau babi. Jenis flu baru ini terdiri dari materi genetik babi, burung, dan manusia. Menurut WHO tak seperti flu babi biasanya, jenis baru ini bisa menular antar manusia. </em></p>
<p><strong>Apakah babi pembawa virus ini?</strong></p>
<p><em>Babi bisa dikatakan sebagai &#8216;mangkuk pencampur&#8217; virus. Burung tak bisa menularkan flu ke manusia. Sedangkan babi rentan mengidap flu burung. Para ahli telah lama mengkhawatirkan flu burung yang diidap babi lantas  bermutasi di tubuh babi menjadi virus yang lebih berbahaya dan bisa menular ke mamalia lain, termasuk manusia. Kasus di Meksiko, mungkin salah satu bukti kekhawatiran menjadi nyata.</em></p>
<p><strong>Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi</strong> ?</p>
<p><em>Tidak juga, sebab babi yang masuk ke pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging juga akan membunuh virus.</em></p>
<p><strong>Adakah vaksin untuk mencegah flu babi?</strong></p>
<p><em>Belum ada, namun pusat pencegahan penyakit AS, CDC, sedang berusaha membuat vaksin flu babi.</em></p>
<p><strong>Apakah dengan antivirus, bisa mencegah flu babi?</strong></p>
<p><em>Jenis flu ini kelihatannya sensitif dengan antivirus seperti Relenza and Tamiflu, tapi tak mempan terhadap Amantadine, Symmetrel, Rimantadine, atau Flumadine. Dalam kondisi flu biasa, jika mengkonsumsi obat 48 jam setelah bisa meringankan sakit.</em></p>
<p><strong>Bagaimana gejala flu babi?</strong></p>
<p><em>Gejalanya mirip flu pada umumnya yakni demam, lelah, nafsu makan hilang, dan batuk. Beberapa penderita mengelami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah, dan diare.</em></p>
<p><strong>Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala-gejala ini?</strong></p>
<p><em>Tetap tinggal di rumah atau sekolah untuk menghindari penularan ke orang lain. Jangan bepergian terutama dengan pesawat. Hubungi dokter untuk mendapatkan arahan tindakan, namun jangan mengunjungi klinik atau rumah sakit yang belum melakukan persiapan untuk merawat pasien flu babi</em>.</p>
<p><strong>Bagaimana cara menghindari flu babi?</strong></p>
<p><em>Biasakan mencuci tangan secara teratur, menggunakan sabun. Pakailah masker ketika bepergian di daerah ramai untuk menghindari penyebaran kuman.</em></p>
<p><em>(sumber:vivanews)<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/flu-babi-dan-bagaimana-cara-menghindarinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)

Served from: mediapenunjangmedis.dikirismanto.com @ 2012-02-09 15:44:38 -->
