<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PENUNJANG MEDIS &#187; pencegahan</title>
	<atom:link href="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/tag/pencegahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
	<description>disease and treatment information</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Apr 2011 17:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
<image>
<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
<url>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/mbp-favicon/menopause.jpg</url>
<title>PENUNJANG MEDIS</title>
</image>
		<item>
		<title>Malaria</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/malaria.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/malaria.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:19:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[asal mula]]></category>
		<category><![CDATA[GEJALA]]></category>
		<category><![CDATA[malaria]]></category>
		<category><![CDATA[obat malaria]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Malaria berasal dari bahasa italia (mala=buruk,aria=udara) adalah penyakit demam berkala yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan oleh sejenis nyamuk tertentu (Anopheles) Biasanya nyamuk ini menyengat pada malam hari dengan posisi yang khas yaitu bagian belakang mengarah keatas. JENIS MALARIA DAN GEJALANYA Bagi manusia malaria disebabkan oleh empat species protozoa keturunan plasmodium yang menimbulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-297 aligncenter" title="Malaria" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2010/01/nyamukmalaria-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>DEFINISI</strong></span><br />
Malaria berasal dari bahasa italia <em>(mala=buruk,aria=udara)</em><br />
adalah penyakit demam berkala yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan oleh sejenis<span id="more-296"></span> nyamuk tertentu <strong>(Anopheles)</strong><br />
Biasanya nyamuk ini menyengat pada malam hari dengan posisi yang khas yaitu bagian belakang mengarah keatas.<!--more--><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>JENIS MALARIA DAN GEJALANYA</strong></span><br />
Bagi manusia malaria disebabkan oleh empat species protozoa keturunan plasmodium yang menimbulkan tiga jenis penyakit malaria yaitu malaria tropika,tersiana,kwartana.<br />
<strong>1.malaria tropika (plasmodium falciparum)</strong><br />
- adalah penyebab jenis malaria yang paling ganas dan berbahaya dengan mortalitas terbesar,bila tidak segera diobati dapat menimbulkan kematian hanya dalam beberapa hari akibat adanya relatif banyak eritrosit (sampai 50%) rusak menyumbat kapiler otak.<br />
Terutama anak-anak timbul koma,dan timbul kematian hanya dalam beberapa jam,gejalanya adalah berkurangnya kesadaran dan serangan demam yang tidak menentu tapi ada kalanya terus-menerus (suhu rectal diatas 38 derajad celcius) dapat pula berkala tiap 3 hari tidak menimbulkan residif(kambuh) seperti jenis malaria lainnya.<br />
Sering kali berciri pembesaran hati dengan terdapatnya penyakit kuning (icterus) dan urin yang berwarna coklat tua/hitam akibat hemolisa (blackwater fever),gejala lainnya adalah demam tinggi yang timbul mendadak,hemoglobinuria,hiperbilirubinaemia,muntah dan gagal ginjal akut.<br />
<strong>2.malaria tersiana</strong><br />
- disebabkan oleh plasmodium vivax atau ovale,ciri-cirinya demam berkala tiga hari sekali dengan puncak setelah setiap 48 jam .<br />
Gejala lainnya berupa nyeri kepala dan punggung,mual,pembesaran limpa,dan malaise umum,tidak bersifat mematikan meskipun tanpa pengobatan,seringkali kambuh kembali.</p>
<p><strong>3.malaria kwartana.</strong><br />
- disebabkan oleh plasmodium malariae,mengakibatkan demam berkala empat hari sekali dengan puncak demam setiap 78 jam,gejalanya sama dengan tersiana.</p>
<p>Masa inkubasi dan gejalanya</p>
<p>Masa inkubasi P.falciparum adalah 7-12 hari,P.ovale/vivax 10-14 hari dan P.malariae 4-6 minggu.<br />
Periode padromal 3-5 hari dengan tanda-tanda atripis seperti nyeri kepala dan otot,mual,anoreksia,rasa letih dan sakit.<br />
Kemudia timbul serangan demam yang khas,seperti menggigil dan merasa sangat dingin disusul perasaan panas dan demam tinggi,yang disertai keringat berlebih.Gejala lainya adalah membesarnya limpa dan anemia yang disebabkan oleh hemolisa semua sel (sehat dan terinfeksi) yang menyebabkan urine berwarna hitam.</p>
<p>OBAT MALARIA</p>
<p>Obat tertua untuk malaria adalah kulit pohon kina dan alkaloida yang dikandungnya (kinin,1820).<br />
Baru pada tahun 1932 ditemukan obat yang sama khasiatnya ,yaitu <em>mepakrin</em> yang banyak digunakan pada masa perang dunia ke II sewaktu tentara sekutu tidak menerima kinin lagi dari indonesia.<br />
Pada tahun 1944 kloroquin yang lebih ringan efek sampingnya menggantikan mepakrin yang agak toksis,juga lebih cepat efek kuratifnya.<br />
Pada tahun 1946 di introduksi proguanil sebagai obat yang tidak hanya aktif terhadap bentuk darah (trofozoit).<br />
Pada tahun 1948 ditemukan primaquin yang berkasiat kuat terhadap bentuk EE dan P.vivax/ovale.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/malaria.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menangani Bekas Luka Jerawat</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/tips-menangani-bekas-luka-jerawat.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/tips-menangani-bekas-luka-jerawat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 14:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips-tips kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[jerawat]]></category>
		<category><![CDATA[merawat kulit]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan jerawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Jerawat atau acne adalah suatu kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/12/jerawat.jpg"><img class="size-full wp-image-276 aligncenter" title="jerawat" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/12/jerawat.jpg" alt="" width="250" height="278" /></a></p>
<p>Jerawat atau acne adalah suatu kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.<span id="more-275"></span>Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat.(wikipedia)<br />
Jerawat memang sangat mengganggu karena biasanya jerawat sangat sulit untuk dihilangkan, bahkan jerawat dapat mengganggu kita 2 kali. Pertama jerawat mengganggu karena membuat kulit terlihat tidak sempurna, kemudian yang kedua walaupun jerawat sudah disembuhkan tetapi dapat meninggalkan bekas luka yang akan terlihat seumur hidup, menjadi semacam pengingat akan kehadirannya.<br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Berikut ini beberapa jenis luka bekas jerawat :</strong></span><br />
*  <span style="text-decoration: underline;"><em>Jenis luka Icepick</em></span><br />
Jenis luka ini biasanya sempit &amp; dalam yang membuat kulit seperti habis ditusuk oleh tusukan es. Jenis luka ini berukuran &lt; 2 mm dengan kedalaman luka mencapai lapisan dermis atau subkutan. Jenis luka ini biasanya terlalu dalam untuk dapat ditangani melalui proses dermabrasi ataupun laser resurfacing.<br />
* <span style="text-decoration: underline;"><em>Jenis luka Boxcar</em></span> Jenis luka ini biasanya mempunyai dasar luka yang berbentuk bulat ataupun oval dengan bagian permukaan yang bersudut tajam. Tidak seperti jenis luka Icepick, jenis luka Boxcar biasanya tidak meruncing di bagian dasarnya. Bekas luka yang dangkal dengan kedalaman antara 0,1 -0,5 mm dapat ditangani melalui teknik skin resurfacing sedangkan bekas luka yang lebih dalam &gt; 0,5 mm memerlukan teknik yang lebih menyeluruh.<br />
* <span style="text-decoration: underline;"><em>Jenis luka Rolling</em></span><br />
Jenis luka ini terjadi akibat tarikan antara lapisan kulit dengan bagian kulit yang lebih dalam sehingga menimbulkan efek kulit yang terlihat bergelombang.<br />
* <span style="text-decoration: underline;"><em>Jenis luka hipertropik / keloid</em></span><br />
Luka hipertropik merupakan luka dimana permukaan luka terlihat naik melebihi bekas luka aslinya &amp; dapat mengecil kembali seiring berjalannya waktu. Akan tetapi untuk keloid sendiri merupakan pertumbuhan jaringan di daerah luka yang melebihi daerah lukanya, bekas lukanya sendiri terlihat elastis, padat &amp; terkadang menimbulkan gatal.<br />
<strong>Penanganan luka bekas jerawat:</strong><br />
Berikut adalah beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk penanganan luka bekas jerawat :</p>
<p>*<span style="text-decoration: underline;"><strong> Laser resurfacing</strong></span><br />
Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit / dermatologist dengan cara menghilangkan lapisan teratas kulit yang rusak serta mengencangkan lapisan tengah kulit sehinga kulit dapat menjadi mulus. Untuk menghilangkan rasa nyeri, biasanya dokter akan terlebih dahulu memberi anestesi secara lokal. Biasanya kulit memerlukan waktu 3-10 hari untuk pulih.<br />
* <strong><span style="text-decoration: underline;">Dermabrasion</span></strong><br />
Cara lain yang digunakan adalah dengan menggunakan sikat kawat yang halus ataupun alat yang menggunakan berlian untuk mengkikis permukaan kulit. Pada saat kulit pulih, maka lapisan yang lebih halus akan menggantikan lapisan kulit yang terkikis tadi. Perlu waktu yang lebih lama lagi bagi kulit untuk pulih dari prosedur ini, biasanya antara 10 hari sampai dengan 3 minggu.<br />
* <span style="text-decoration: underline;"><strong>Laser therapy</strong></span><br />
Prosedur yang menggunakan fractional laser therapy ini bekerja dilapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan laser resurfacing ataupun dermabrasion. Dan karena perawatan ini tidak membuat luka pada lapisan atas kulit, maka waktu pemulihannya menjadi lebih cepat akan tetapi biaya terapinya memang lebih mahal dibandingkan prosedur diatas.<br />
* <span style="text-decoration: underline;"><strong>Dermal fillers</strong></span><br />
Terkadang dokter akan menyuntikkan bahan tertentu yang dapat mengisi luka yang bolong tersebut sehingga terlihat lebih rata &amp; halus. Bahan yang biasa disuntikkan adalah lemak, collagen sapi, collagen manusia, derivat asam hyaluronat dll. Injeksi ini biasanya tidak bersifat permanen, sehingga diperlukan suntikan-suntikan berikutnya.</p>
<p>Selain prosedur diatas ada juga beberapa prosedur operasi kecil yang dapat dilakukan untuk jenis luka yang lebih dalam lagi seperti : Punch Excision, Punch Excision with Skin Graft Replacement, Punch Elevation ataupun Subcutaneous Incision.<br />
Langkah terakhir Jika jerawat ataupun bekas jerawat membuat anda khawatir, sebaiknya jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit / dermatologis untuk mendapatkan berbagai perawatan yang dapat membantu menghilangkan jerawat ataupun bekas jerawat. Dokter kulit juga dapat memberikan informasi mengenai berbagai jenis terapi yang dapat dilakukan serta tips-tips cara merawat kulit yang benar sesuai dengan kondisi kulit anda.<br />
<em>(sumber:medicastore&#038;wikipedia)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/tips-menangani-bekas-luka-jerawat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cacingan pada Anak</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/cacingan-pada-anak.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/cacingan-pada-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 16:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Cacingan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri anak cacingan]]></category>
		<category><![CDATA[GEJALA]]></category>
		<category><![CDATA[jenis cacing]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan cacingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit cacingan termasuk dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah mahluk kecil yang menyerang tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri (baik di luar atau di dalam tubuh) dan mengambil nutrisi dari tubuh inangnya. Pada kasus cacingan, maka cacing tersebut bahkan dapat melemahkan tubuh inangnya dan menyebabkan gangguan kesehatan. Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit cacingan termasuk dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah mahluk kecil yang menyerang tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri (baik di luar atau di dalam tubuh) dan mengambil nutrisi dari tubuh inangnya. Pada kasus cacingan, maka cacing tersebut bahkan dapat melemahkan tubuh inangnya dan menyebabkan gangguan kesehatan.</p>
<p>Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan kebersihan baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya. Cacingan dapat menular melalui larva/telur yang tertelan &amp; masuk ke dalam tubuh.<span id="more-256"></span></p>
<p>Cacing merupakan hewan tidak bertulang yang berbentuk lonjong &amp; panjang yang berawal dari telur/larva hingga berubah menjadi bentuk cacing dewasa. Cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun yang ditinggalinya seperti pada kulit, otot, paru-paru, ataupun usus/saluran pencernaan.<br />
Jenis-Jenis Cacing<br />
1.Cacing Kremi<br />
Cacing kremi atau biasa disebut juga dengan cacing kerawit merupakan cacing yang sering menginfeksi anak-anak. Cacing ini berukuran sangat kecil (sekitar 1 cm), berwarna pucat, biasanya menginfeksi organ usus. Infeksi cacing kremi biasanya melalui telur cacing yang terambil oleh jari anak-anak saat bermain. Telur cacing tersebut dapat bertahan di kulit anak-anak selama berjam-jam &amp; dapat bertahan hidup selama 3 minggu pada pakaian, mainan &amp; tempat tidur. Apabila jari yang ada telur cacing tersebut masuk ke dalam mulut, maka telur cacing akan ikut masuk ke dalam tubuh.<br />
2.Cacing Gelang<br />
Cacing gelang merupakan cacing yang berukuran besar, dapat menginfeksi manusia ataupun binatang (kucing/anjing), bentuknya menyerupai cacing tanah &amp; hidup di dalam usus besar serta dapat berpindah ke organ lain termasuk paru-paru.<br />
3.Cacing Pita<br />
Cacing pita dapat ditemukan pada hewan seperti pada sapi/babi. Berbentuk pipih panjang seperti pita. Bisa ditemukan pada daging yang tidak dimasak dengan sempurna. Cacing pita ini menutupi organ lain seperti otot, kulit, jantung, mata &amp; otak. Iinfeksi cacing pita dapat terjadi melalui konsumsi makanan/daging yang terdapat telur/larva cacing pita atau melalui makanan, air atau tanah yang terkontaminasi dengan feses yang mengandung telur/larva cacing tersebut.<br />
4.Cacing Lainya<br />
Cacing lainnya adalah sejenis cacing yang berbentuk pipih seperti cacing pita.<br />
<strong>Gejala-Gejala Anak Cacingan</strong><br />
Pada umumnya cacingan mempunyai gejala sebagai berikut :</p>
<p>* Cacing kremi : Gejalanya adalah rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya dapat terlihat di feses.<br />
* Cacing gelang : Biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun untuk jenis toxocara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang &amp; luka pada retina mata. Cacing gelang ini juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk &amp; asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.<br />
* Cacing pita : Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata &amp; otak.</p>
<p>Selain hal tersebut di atas, gejala lain yang mungkin timbul adalah :</p>
<p>* Rasa mual<br />
* Lemas<br />
* Hilangnya nafsu makan<br />
* Rasa sakit di bagian perut<br />
* Diare<br />
* Turunnya berat badan karena penyerapan nutrisi yang tidak mencukupi dari makanan</p>
<p>Pada infeksi yang lebih lanjut apabila cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ &amp; jaringan, dapat timbul gejala :</p>
<p>* Demam<br />
* Adanya benjolan di organ/jaringan tersebut<br />
* Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing<br />
* Infeksi bakteri<br />
* Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena<br />
<strong>Pengobatan Bila Cacingan</strong><br />
Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan untuk pengobatan cacingan ini, ada 2 jenis obat yang biasa digunakan yaitu :</p>
<p>* Pyrantel pamoat<br />
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah :<br />
- Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal<br />
* Mebendazole<br />
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu:<br />
- Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal</p>
<p>Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut. Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci.<br />
<strong>Mencegah Cacingan Datang Lagi</strong><br />
Menjaga kebersihan diri adalah salah satu kunci untuk mencegah timbulnya cacingan kembali. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu :</p>
<p>* Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan/setiap habis dari toilet.<br />
* Jagalah selalu jari kuku untuk selalu bersih &amp; terawat.<br />
* hindari kebiasaan menggigit kuku/menggaruk bagian anus (terutama untuk infeksi cacing kremi).<br />
* Biasakan untuk selalu mandi di pagi hari (terlebih apabila mengalami infeksi cacing kremi).<br />
* Biasakan untuk membuka jendela kamar sepanjang hari, karena telur cacing sensitif terhadap sinar matahari (terutama untuk cacing kremi).<br />
* Jagalah selalu kebersihan makanan yang dikonsumsi<br />
* Biasakan untuk selalu mengkonsumsi daging yang telah dimasak dengan sempurna<br />
<em>(sumber:medicastore)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/cacingan-pada-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amandel  (Tonsilitis)</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/amandel-tonsilitis.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/amandel-tonsilitis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 16:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[amandel]]></category>
		<category><![CDATA[gejala amandel]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tonsilitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita mempunyai anak usia diantara 5-15 tahun mungkin kata amandel sudah biasa kita dengar di telinga kita, Amandel merupakan infeksi (radang) tonsil (amandel) yang disebabkan virus. Biasanya diderita anak usia 5-15 tahun. Berdasar lama terjangkiti, amandel dibedakan menjadi 2; amandel akut dan amandel kronis. Disebut amandel akut jika penyakit berlangsung kurang dari 3 minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita mempunyai anak usia diantara 5-15 tahun mungkin kata amandel sudah biasa kita dengar di telinga kita,<br />
Amandel merupakan infeksi (radang) tonsil (amandel) yang disebabkan virus. Biasanya diderita anak usia 5-15 tahun. Berdasar lama terjangkiti, amandel dibedakan menjadi 2; amandel akut dan amandel kronis. Disebut amandel akut jika penyakit berlangsung kurang dari 3 minggu dan amandel kronis jika terjadi 7 kali atau lebih dalam setahun, atau lima kali selama dua tahun, tiga kali setahun secara berturut-turut.<span id="more-253"></span></p>
<p><strong>Gejala</strong><br />
Adapun Gejala amandel antara lain; penderita merasakan tegorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher), nyeri saat menelan (nelan ludah atau makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan, nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga.</p>
<p>Gejala lain berupa demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher. Terkadang penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung).</p>
<p>Gejala tersebut dapat diketahui jika si penderita melakukan pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.<br />
<strong><br />
Pencegahan</strong><br />
Tidak ada cara khusus mencegah amandel. Namun beberapa tips di bawah ini membantu untuk menghindarkan diri dari amandel;<br />
1. Mencuci tangan sesering mungkin mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis.<br />
2. Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/amandel-tonsilitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Kanker Leher Rahim (serviks)</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-leher-rahim-serviks.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-leher-rahim-serviks.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 14:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Kanker Leher Rahim (serviks)]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[DIAGNOSA]]></category>
		<category><![CDATA[Efek samping pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[GEJALA]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan untuk kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[PENYEBAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Kanker serviks Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-211 alignright" title="Kanker Leher Rahim (serviks)" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/kanker_serviks.jpg" alt="Kanker Leher Rahim (serviks)" width="298" height="289" /></p>
<p><strong>DEFINISI</strong> <strong>Kanker serviks</strong></p>
<p>Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina.</p>
<p>Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun.</p>
<p>90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.</p>
<p><strong>PENYEBAB</strong></p>
<p>Kanker serviks terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tak terkendali.</p>
<p>Jika sel serviks terus membelah maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka keadaannya disebut kanker serviks.<span id="more-210"></span></p>
<p>Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks:</p>
<p>1. <em>HPV (human papillomavirus)</em></p>
<p>HPV adalah virus penyebab kutil genitalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16, 18, 45 dan 56.</p>
<p>2. <em>Merokok</em></p>
<p>Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.</p>
<p>3. <em>Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini</em></p>
<p>4. <em>Berganti-ganti pasangan seksua</em>l</p>
<p>5. <em>Suami/pasangan seksualnya</em> melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun, berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks</p>
<p>6. <em>Pemakaian DES (dietilstilbestrol)</em> pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970)</p>
<p>7. <em>Gangguan sistem kekebalan</em></p>
<p>8. <em>Pemakaian pil KB</em></p>
<p>9. <em>Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun</em></p>
<p>10. <em>Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan Pap smear secara rutin) </em></p>
<p><strong>Keadaan Prekanker Pada Serviks</strong></p>
<p>Sel-sel pada permukaan serviks kadang tampak abnormal tetapi tidak ganas.</p>
<p>Para ilmuwan yakin bahwa beberapa perubahan abnormal pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat, yang beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker.</p>
<p>Karena itu beberapa perubahan abnormal merupakan keadaan prekanker, yang bisa berubah menjadi kanker.</p>
<p>Saat ini telah digunakan istilah yang berbeda untuk perubahan abnormal pada sel-sel di permukaan serviks, salah satu diantaranya adalah lesi skuamosa intraepitel (lesi artinya kelainan jaringan, intraepitel artinya sel-sel yang abnormal hanya ditemukan di lapisan permukaan).</p>
<p><strong>Perubahan pada sel-sel ini bisa dibagi ke dalam 2 kelompok:</strong></p>
<p>1. Lesi tingkat rendah : merupakan perubahan dini pada ukuran, bentuk dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks. Beberapa lesi tingkat rendah menghilang dengan sendirinya. Tetapi yang lainnya tumbuh menjadi lebih besar dan lebih abnormal, membentuk lesi tingkat tinggi.</p>
<p>Lesi tingkat rendah juga disebut displasia ringan atau neoplasia intraepitel servikal 1 (NIS 1).</p>
<p>Lesi tingkat rendah paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 25-35 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada semua kelompok umur.</p>
<p>2. Lesi tingkat tinggi : ditemukan sejumlah besar sel prekanker yang tampak sangat berbeda dari sel yang normal.</p>
<p>Perubahan prekanker ini hanya terjadi pada sel di permukaan serviks. Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sel-sel tersebut tidak akan menjadi ganas dan tidak akan menyusup ke lapisan serviks yang lebih dalam.</p>
<p>Lesi tingkat tinggi juga disebut displasia menengah atau displasia berat, NIS 2 atau 3, atau karsinoma in situ.</p>
<p>Lesi tingkat tinggi paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 30-40 tahun.</p>
<p>Jika sel-sel abnormal menyebar lebih dalam ke dalam serviks atau ke jaringan maupun organ lainnya, mada keadaannya disebut kanker serviks atau kanker serviks invasif.</p>
<p>Kanker serviks paling sering ditemukan pada usia diatas 40 tahun.</p>
<p><strong>GEJALA</strong></p>
<p>Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear.</p>
<p>Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya. Pada saat ini akan timbul gejala berikut:</p>
<p>- Perdarahan vagina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause</p>
<p>- Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak)</p>
<p>- Keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer, berwarna pink, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.</p>
<p>Gejala dari kanker serviks stadium lanjut:</p>
<p>- Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan</p>
<p>- Nyeri panggul, punggung atau tungkai</p>
<p>- Dari vagina keluar air kemih atau tinja</p>
<p>- Patah tulang (fraktur).</p>
<p><strong>DIAGNOSA</strong></p>
<p>Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:</p>
<p>1. <em>Pap smear</em></p>
<p>Pap smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Akibatnya angka kematian akibat kanker servikspun menurun sampai lebih dari 50%.</p>
<p>Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun, sebaiknya menjalani Pap smear secara teratur yaitu 1 kali/tahun. Jika selama 3 kali berturut-turut menunjukkan hasil yang normal, Pap smear bisa dilakukan 1 kali/2-3tahun.</p>
<p>Hasil pemeriksaan Pap smear menunjukkan stadium dari kanker serviks:</p>
<p>- Normal</p>
<p>- Displasia ringan (perubahan dini yang belum bersifat ganas)</p>
<p>- Displasia berat (perubahan lanjut yang belum bersifat ganas)</p>
<p>- Karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar)</p>
<p>- Kanker invasif (kanker telah menyebar ke lapisan serviks yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainnya).</p>
<p><a title="kurich techno blog" href="http://www.kurich.com/" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-212" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/pap_smear1.jpg" rel="dofollow" alt="" width="386" height="274" /></a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-213" src="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/uploads/2009/05/pap_smear2.jpg" alt="" width="400" height="296" /></p>
<p>2.  <em>Biopsi</em></p>
<p>Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks, atau jika Pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker.</p>
<p>3. <em>Kolposkopi (pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar)</em></p>
<p>4. <em>Tes Schiller</em></p>
<p>Serviks diolesi dengan lauran yodium, sel yang sehat warnanya akan berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang abnormal warnanya menjadi putih atau kuning.</p>
<p>Untuk membantu menentukan stadium kanker, dilakukan beberapa pemeriksan berikut:</p>
<p>- Sistoskopi</p>
<p>- Rontgen dada</p>
<p>- Urografi intravena</p>
<p>- Sigmoidoskopi</p>
<p>- Skening tulang dan hati</p>
<p>- Barium enema.</p>
<p><strong>PENGOBATAN</strong></p>
<p>Pengobatan lesi prekanker</p>
<p>Pengobatan lesi prekanker pada serviks tergantung kepada beberapa faktor berikut:</p>
<p>- tingkatan lesi (apakah tingkat rendah atau tingkat tinggi)</p>
<p>- rencana penderita untuk hamil lagi</p>
<p>- usia dan keadaan umum penderita.</p>
<p>Lesi tingkat rendah biasanya tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut, terutama jika daerah yang abnormal seluruhnya telah diangkat pada waktu pemeriksaan biopsi. Tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan Pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin.</p>
<p># Pengobatan pada lesi prekanker bisa berupa: Kriosurgeri (pembekuan)</p>
<p># Kauterisasi (pembakaran, juga disebut diatermi)</p>
<p># Pembedahan laser untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal tanpa melukai jaringan yang sehat di sekitarnya</p>
<p># LEEP (loop electrosurgical excision procedure) atau konisasi.</p>
<p>Setelah menjalani pengobatan, penderita mungkin akan merasakan kram atau nyeri lainnya, perdarahan maupun keluarnya cairan encer dari vagina.</p>
<p>Pada beberapa kasus, mungkin perlu dilakukan histerektomi (pengangkatan rahim), terutama jika sel-sel abnormal ditemukan di dalam lubang serviks. Histerektomi dilakukan jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi.</p>
<p><em>Pengobatan untuk kanker serviks</em></p>
<p>Pemilihan pengobatan untuk kanker serviks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor, stadium penyakit, usia, keadaan umum penderita dan rencana penderita untuk hamil lagi.</p>
<p>1. <em>Pembedahan</em></p>
<p>Pada karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar), seluruh kanker seringkali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui LEEP.</p>
<p>Dengan pengobatan tersebut, penderita masih bisa memiliki anak.</p>
<p>Karena kanker bisa kembali kambuh, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan Pap smear setiap 3 bulan selama 1 tahun pertama dan selanjutnya setiap 6 bulan.</p>
<p>Jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi, dianjurkan untuk menjalani histerektomi.</p>
<p>Pada kanker invasif, dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur di sekitarnya (prosedur ini disebut histerektomi radikal) serta kelenjar getah bening.</p>
<p>Pada wanita muda, ovarium (indung telur) yang normal dan masih berfungsi tidak diangkat.</p>
<p>2. <em>Terapi penyinaran</em></p>
<p>Terapi penyinaran (radioterapi) efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul.</p>
<p>Pada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.</p>
<p>Ada 2 macam radioterapi:</p>
<p>- Radiasi eksternal : sinar berasar dari sebuah mesin besar</p>
<p>Penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit, penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari/minggu selama 5-6 minggu.</p>
<p>- Radiasi internal : zat radioaktif terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung ke dalam serviks.</p>
<p>Kapsul ini dibiarkan selama 1-3 hari dan selama itu penderita dirawat di rumah sakit. Pengobatan ini bisa diulang beberapa kali selama 1-2 minggu.</p>
<p>Efek samping dari terapi penyinaran adalah:</p>
<p>- iritasi rektum dan vagina</p>
<p>- kerusakan kandung kemih dan rektum</p>
<p>- ovarium berhenti berfungsi.</p>
<p>3. Kemoterapi</p>
<p>Jika kanker telah menyebar ke luar panggul, kadang dianjurkan untuk menjalani kemoterapi. Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.</p>
<p>Obat anti-kanker bisa diberikan melalui suntikan intravena atau melalui mulut.</p>
<p>Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus, artinya suatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan, lalu dilakukan pengobatan, diselingi denga pemulihan, begitu seterusnya.</p>
<p>4. <em>Terapi biologis</em></p>
<p>Pada terapi biologis digunakan zat-zat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.</p>
<p>Terapi biologis dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.</p>
<p>Yang paling sering digunakan adalah interferon, yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi.</p>
<p><strong>Efek samping pengobatan</strong></p>
<p>Selain membunuh sel-sel kanker, pengobatan juga menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang sehat sehingga seringkali menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan.</p>
<p>Efek samping dari pengobatankanker sangat tergantung kepada jenis dan luasnya pengobatan. Selain itu, reaksi dari setiap penderita juga berbeda-beda.</p>
<p>Metoda untuk membuang atau menghancurkan sel-sel kanker pada permukaan serviks sama dengan metode yang digunakan untuk mengobati lesi prekanker.</p>
<p>Efek samping yang timbul berupa kram atau nyeri lainnya, perdarahan atau keluar cairan encer dari vagina.</p>
<p>Beberapa hari setelah menjalani histerektomi, penderita bisa mengalami nyeri di perut bagian bawah. Untuk mengatasinya bisa diberikan obat pereda nyeri.</p>
<p>Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam berkemih dan buang air besar. Untuk membantu pembuangan air kemih bisa dipasang kateter.</p>
<p>Beberapa saat setealh pembedahan, aktivitas penderita harus dibatasi agar penyembuhan berjalan lancar. Aktivitas normal (termasuk hubungan seksual) biasanya bisa kembali dilakukan dalam waktu 4-8 minggu.</p>
<p>Setelah menjalani histerektomi, penderita tidak akan mengalami menstruasi lagi. Histerektomi biasanya tidak mempengaruhi gairah seksual dan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual.</p>
<p>Tetapi banyak penderita yang mengalami gangguan emosional setelah histerektomi. Pandangan penderita terhadap seksualitasnya bisa berubah dan penderita merasakan kehilangan karena dia tidak dapat hamil lagi.</p>
<p>Selama menjalani radioterap, penderita mudah mengalami kelelahan yang luar biasa, terutama seminggu sesudahnya.</p>
<p>Istirahat yang cukup merupakan hal yang penting, tetapi dokter biasanya menganjurkan agar penderita sebisa mungkin tetap aktif.</p>
<p>Pada radiasi eksternal, sering terjadi kerontokan rambut di daerah yang disinari dan kulit menjadi merah, kering serta gatal-gatal. Mungkin kulit akan menjadi lebih gelap.</p>
<p>Daerah yang disinari sebaiknya mendapatkan udara yang cukup, tetapi harus terlindung dari sinar matahari dan penderita sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang bisa mengiritasi daerah yang disinari.</p>
<p>Biasanya, selama menjalani radioterapi penderita tidak boleh melakukan hubungan seksual.</p>
<p>Kadang setelah radiasi internal, vagina menjadi lebh sempit dan kurang lentur, sehingga bisa menyebabkan nyeri ketika melakukan hubungan seksual. Untuk mengatasi hal ini, penderita diajari untuk menggunakan dilator dan pelumas dengan bahan dasar air.</p>
<p>Pada radioterapi juga bisa timbul diare dan sering berkemih.</p>
<p>Efek samping dari kemoterapi sangat tergantung kepada jenis dan dosis obat yang digunakan. Selain itu, efek sampingnya pada setiap penderita berlainan.</p>
<p>Biasanya obat anti-kanker akan mempengaruhi sel-sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel darah (yang berfungsi melawan infeksi, membantu pembekuan darah atau mengangkut oksigen ke seluruh tubuh).</p>
<p>Jika sel darah terkena pengaruh obat anti-kanker, penderita akan lebih mudah mengalami infeksi, mudah memar dan mengalami perdarahan serta kekurangan tenaga.</p>
<p>Sel-sel pada akar rambut dan sel-sel yang melapisi saluran pencernaan juga membelah dengan cepat.</p>
<p>Jika sel-sel tersebut terpengaruh oleh kemoterapi, penderita akan mengalami kerontokan rambut, nafsu makannya berkurang, mual, muntah atau luka terbuka di mulut.</p>
<p>Terapi biologis bisa menyebabkan gejala yang menyerupai flu, yaitu menggigil, demam, nyeri otot, lemah, nafsu makan berkurang, mual, muntah dan diare.</p>
<p>Kadang timbul ruam, selain itu penderita juga bisa mudah memar dan mengalami perdarahan.</p>
<p><strong>PENCEGAHAN</strong></p>
<p>Ada 2 cara untuk mencegah kanker serviks:</p>
<p>1. Mencegah terjadinya infeksi HPV</p>
<p>2. Melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur .</p>
<p>Pap smear (tes Papanicolau) adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari apusan serviks.</p>
<p>Pada pemeriksaan Pap smear, contoh sel serviks diperoleh dengan bantuan sebuah spatula yang terbuat dari kayu atau plastik (yang dioleskan bagian luar serviks) dan sebuah sikat kecil (yang dimasukkan ke dalam saluran servikal).</p>
<p>Sel-sel serviks lalu dioleskan pada kaca obyek lalu diberi pengawet dan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa.</p>
<p>24 jam sebelum menjalani Pap smear, sebaiknya tidak melakukan pencucian atau pembilasan vagina, tidak melakukan hubungan seksual, tidak berendam dan tidak menggunakan tampon.</p>
<p>Pap smear sangat efektif dalam mendeteksi perubahan prekanker pada serviks.</p>
<p>Jika hasil Pap smear menunjukkan displasia atau serviks tampak abnormal, biasanya dilakukan kolposkopi dan biopsi</p>
<p># Anjuran untuk melakukan Pap smear secara teratur: Setiap tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun</p>
<p># Setiap tahun untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kutil kelamin</p>
<p># Setiap tahun untuk wanita yang memakai pil KB</p>
<p># Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali Pap smear berturut-turut menunjukkan hasil negatif atau untuk wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker</p>
<p># Sesering mungkin jika hasil Pap smear menunjukkan abnormal</p>
<p># Sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks.</p>
<p>Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker serviks sebaiknya:</p>
<p>- Anak perempuan yang berusia dibawah 18 tahun tidak melakukan hubungan seksual.</p>
<p>- Jangan melakukan hubungan seksual dengan penderita kutil kelamin atau gunakan kondom untuk mencegah penularan kutil kelamin</p>
<p>- Jangan berganti-ganti pasangan seksual</p>
<p>- Berhenti merokok.</p>
<p>Pemeriksaan panggul setiap tahun (termasuk Pap smear) harus dimulai ketika seorang wanita mulai aktif melakukan hubungan seksual atau pada usia 20 tahun. Setiap hasil yang abnormal harus diikuti dengan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi.</p>
<p>Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa vitamin A berpertan dalam menghentikan atau mencegah perubahan keganasan pada sel-sel, seperti yang terjadi pada permukaan serviks.</p>
<p><em>(sumber:medicastore)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/penyakit-kanker-leher-rahim-serviks.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flu babi dan bagaimana cara menghindarinya</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/flu-babi-dan-bagaimana-cara-menghindarinya.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/flu-babi-dan-bagaimana-cara-menghindarinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 16:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flu babi dan bagaimana cara menghindarinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[asal mula flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi dan bagaimana cara menghindarinya]]></category>
		<category><![CDATA[gejala flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penularan flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin flu babi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Belum reda pemberitaan flu singapura Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu. Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum reda pemberitaan flu singapura Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu.</p>
<p>Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara Spanyol, Selandia Baru, dan Kanada melaporkan dugaan kasus tersebut.<span id="more-127"></span></p>
<p>Apakah flu babi itu dan bagaimana cara pencegahannya? Berikut jawaban dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention<br />
<strong>Apakah flu babi itu?</strong></p>
<p>Flu babi adalah <em>penyakit pernafasan yang menyerang babi, biasanya penyakit itu tak menular pada manusia. Ketika babi terkena penyakit ini, menurut data WHO 1-4 persen mati. Kadang flu babi juga diidap manusia yang bersentuhan dengan babi.</em></p>
<p><strong>Mengapa flu babi seperti di Meksiko bisa mematikan?</strong></p>
<p><em>Flu babi yang menyerang saat ini berbeda dengan jenis flu yang biasanya ada pada manusia atau babi. Jenis flu baru ini terdiri dari materi genetik babi, burung, dan manusia. Menurut WHO tak seperti flu babi biasanya, jenis baru ini bisa menular antar manusia. </em></p>
<p><strong>Apakah babi pembawa virus ini?</strong></p>
<p><em>Babi bisa dikatakan sebagai &#8216;mangkuk pencampur&#8217; virus. Burung tak bisa menularkan flu ke manusia. Sedangkan babi rentan mengidap flu burung. Para ahli telah lama mengkhawatirkan flu burung yang diidap babi lantas  bermutasi di tubuh babi menjadi virus yang lebih berbahaya dan bisa menular ke mamalia lain, termasuk manusia. Kasus di Meksiko, mungkin salah satu bukti kekhawatiran menjadi nyata.</em></p>
<p><strong>Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi</strong> ?</p>
<p><em>Tidak juga, sebab babi yang masuk ke pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging juga akan membunuh virus.</em></p>
<p><strong>Adakah vaksin untuk mencegah flu babi?</strong></p>
<p><em>Belum ada, namun pusat pencegahan penyakit AS, CDC, sedang berusaha membuat vaksin flu babi.</em></p>
<p><strong>Apakah dengan antivirus, bisa mencegah flu babi?</strong></p>
<p><em>Jenis flu ini kelihatannya sensitif dengan antivirus seperti Relenza and Tamiflu, tapi tak mempan terhadap Amantadine, Symmetrel, Rimantadine, atau Flumadine. Dalam kondisi flu biasa, jika mengkonsumsi obat 48 jam setelah bisa meringankan sakit.</em></p>
<p><strong>Bagaimana gejala flu babi?</strong></p>
<p><em>Gejalanya mirip flu pada umumnya yakni demam, lelah, nafsu makan hilang, dan batuk. Beberapa penderita mengelami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah, dan diare.</em></p>
<p><strong>Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala-gejala ini?</strong></p>
<p><em>Tetap tinggal di rumah atau sekolah untuk menghindari penularan ke orang lain. Jangan bepergian terutama dengan pesawat. Hubungi dokter untuk mendapatkan arahan tindakan, namun jangan mengunjungi klinik atau rumah sakit yang belum melakukan persiapan untuk merawat pasien flu babi</em>.</p>
<p><strong>Bagaimana cara menghindari flu babi?</strong></p>
<p><em>Biasakan mencuci tangan secara teratur, menggunakan sabun. Pakailah masker ketika bepergian di daerah ramai untuk menghindari penyebaran kuman.</em></p>
<p><em>(sumber:vivanews)<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/flu-babi-dan-bagaimana-cara-menghindarinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)

Served from: mediapenunjangmedis.dikirismanto.com @ 2012-02-09 15:44:04 -->
