<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PENUNJANG MEDIS &#187; interaksi antar obat-obatan</title>
	<atom:link href="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/tag/interaksi-antar-obat-obatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
	<description>disease and treatment information</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Apr 2011 17:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
<image>
<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
<url>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/mbp-favicon/menopause.jpg</url>
<title>PENUNJANG MEDIS</title>
</image>
		<item>
		<title>Interaksi obat</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 17:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi antar obat-obatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh interaksi obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh interaksi beberapa macam obat yang kita konsumsi secara bersamaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah drug interaction, merupakan salah satu kesalahan pengobatan yang paling banyak dilakukan saat ini. Namun, biasanya kesalahan pengobatan karena drug interaction ini jarang terungkap, karena kekurang-pengetahuan kita, baik dokter, apoteker, apalagi pasien tentang hal ini. Jika terjadi kegagalan pengobatan, umumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh interaksi beberapa macam obat yang kita konsumsi secara bersamaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah drug interaction, merupakan salah satu kesalahan pengobatan yang paling banyak dilakukan saat ini. Namun, biasanya kesalahan pengobatan karena drug interaction ini jarang terungkap, karena kekurang-pengetahuan kita, baik dokter, apoteker, apalagi pasien tentang hal ini.<span id="more-137"></span></p>
<p>Jika terjadi kegagalan pengobatan, umumnya sangat jarang dikaitkan dengan drug interaction. Padahal kemungkinan terjadinya drug interaction ini cukup besar, terutama pada pasien yang mengonsumsi lebih dari 5 macam obat pada saat yang bersamaan. Pada saat ini lebih dari 25 jenis obat baru dilempar ke pasar setiap tahunnya. Dan, tampaknya hampir mustahil jika seorang dokter atau apoteker harus menghafalkan dan menguasai masalah interaksi obat dari sekian ribu macam obat yang beredar sekarang ini.</p>
<p>Sebab itu setiap pusat pengobatan modern, apakah itu rumah sakit, puskesmas atau praktek dokter pribadi, dan juga apotek, sebaiknya atau bahkan seharusnya memiliki akses paling tidak ke salah satu pusat data interaksi obat. Agar berbagai macam obat yang diberikan kepada pasien dapat diperhitungkan terlebih dahulu dengan seksama kemungkinan interaksinya.</p>
<p>Swamedikasi atau pengobatan sendiri yang kini banyak dilakukan juga sangat potensial menimbulkan masalah interaksi obat. Demikian pula jika pasien berkonsultasi dan mendapat obat dari beberapa orang dokter pada saat bersamaan. Karena itu, konsumen harus selalu memberi tahu dokter yang mengobatinya, obat apa yang sedang dikonsumsinya saat itu. Selain itu, pasien juga harus menginformasikan kepada dokter apakah pada saat itu ia juga sedang mengikuti program KB tertentu, atau sedang minum jamu atau suplemen makanan tertentu. Agar dokter pemberi resep dapat mempertimbangkan dan memilih obat yang akan diberikan kepada pasien, yang tidak ada atau paling sedikit efek negatif interaksi obatnya.</p>
<p>Konsumen juga sebaiknya tidak malas dan tidak bosan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai obat yang dikonsumsinya, baik obat yang diresepkan dokter ataupun obat-obat OTC (over the counter, alias obat yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter). Informasi tentang obat dan interaksi obat ini dapat ditanyakan pada dokter yang memberikan resep, pada apoteker di apotek, atau dapat mencari sendiri di buku-buku farmasi dan kesehatan, atau di pusat-pusat data interaksi obat yang dapat dipercaya, yang beberapa di antaranya dapat diakses melalui internet.</p>
<p>Pada prinsipnya interaksi obat dapat menyebabkan dua hal penting. Yang pertama, interaksi obat dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan khasiat obat, baik melalui penghambatan penyerapannya atau dengan mengganggu metabolisme atau distribusi obat tersebut di dalam tubuh. Yang kedua, interaksi obat dapat menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan yang serius, karena meningkatnya efek samping dari obat-obat tertentu. Risiko kesehatan dari interaksi obat ini sangat bervariasi, bisa hanya sedikit menurunkan khasiat obat namun bisa pula fatal. Penghambatan penyerapan obat, misalnya, dapat terjadi jika Anda mengonsumsi suatu obat tertentu bersama-sama dengan norit.</p>
<p>Norit dapat dibeli bebas dan sering dipakai untuk mengurangi kembung dan diare. Norit ini bersifat menyerap racun dan zat-zat lainnya di lambung. Sifat inilah sebenarnya yang dipakai untuk mengurangi kembung dan diare. Namun, norit menyerap zat-zat di lambung hampir tak pilih bulu sehingga obat-obat yang Anda minum dalam waktu bersamaan atau dalam rentang waktu 3-5 jam sekitar waktu makan norit juga akan ikut diserap oleh norit. Akibatnya, penyerapan obat oleh tubuh justru berkurang sehingga efek atau khasiat obat yang Anda minum tersebut akan berkurang, dan mungkin efek pengobatan tidak akan tercapai.</p>
<p>Penurunan atau pengurangan penyerapan obat oleh tubuh juga dapat terjadi jika Anda mengkonsumsi suatu obat tertentu bersamaan dengan obat, makanan atau suplemen makanan yang banyak mengandung kalsium, magnesium, aluminium atau zat besi. Mineral-mineral ini banyak terdapat dalam berbagai macam suplemen vitamin dan juga dalam obat maag (antasida).</p>
<p>Kalsium, magnesium, aluminium dan zat besi dapat bereaksi dengan beberapa obat tertentu, misalnya antibiotika tetrasiklin dan turunan fluoroquinolon seperti ciprofloxacin, levofloxacin, ofloxacin, dan trovafloxacin, membentuk senyawa yang sukar diabsorpsi atau diserap oleh tubuh. Jika ini terjadi, maka tujuan pengobatan dengan antibiotika untuk membunuh kuman penyakit di dalam tubuh akan terganggu dan mungkin tidak tercapai. Satu penelitian mengungkapkan bahwa penurunan absorpsi antibiotika karena drug interaction dengan mineral-mineral tersebut dapat mencapai 50-75 persen.</p>
<p><strong>Antibiotika Rifampicin</strong> dapat mengurangi efektivitas dari berbagai pil kontraseptif. Sehingga ibu-ibu yang menggunakan pil KB sebaiknya berhati-hati ketika mengonsumsi antibiotika. Bisa-bisa pil KB-nya tidak bekerja pada saat Ibu diterapi dengan rifampicin, sehingga program KB nya bisa gagal. Kombinasi rifampicin-pil KB ini juga dapat meningkatkan ririko terjadinya perdarahan.</p>
<p>Obat-obat<em> antihistamin </em>atau <em>antialergi</em> juga sangat potensil mengadakan interaksi obat. Antihistamin sering diberikan dalam obat flu atau obat batuk. Kombinasi antihistamin dengan obat-obat penenang atau obat-obat yang bekerja menekan sistem syaraf pusat seperti luminal dan diazepam harus dihindari, sebab kombinasi ini dapat mengadakan potensiasi, sehingga dapat terjadi efek penekanan sistem syaraf pusat secara berlebihan. Antihistamin juga harus sangat hati-hati diberikan pada pasien yang sedang mendapatkan terapi antihipertensi (tekanan darah tinggi)</p>
<p>(sumber:depkes)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)

Served from: mediapenunjangmedis.dikirismanto.com @ 2012-02-10 06:52:17 -->
