PPA( fenilpropanolamin)Vs Obat Asma
PPA adalah zat aktif obat yang digunakan sebagai dekongestan (meredakan penyumbatan hidung). Seringkali digunakan sebagai campuran pada obat influenza. Efek samping PPA meliputi jantung berdebar, hipertensi, rasa cemas, insomnia, pusing, gemetar, dan perasaan bingung. Selain itu terdapat pula efek samping yang berpotensi fatal, yakni krisis hipertensi dan hemorrhagic stroke. Beberapa negara telah menarik PPA dari peredaran karena efek samping hemorrhagic stroke ini.
belum ditemukan fakta bahwa salah satu efek samping PPA adalah depresi saluran pernafasan. Akan tetapi PPA mampu berinteraksi dengan obat asma teofilin. Hasil interaksinya ialah menurunnya bersihan (clearance) teofilin dari dalam tubuh. Dengan kata lain, apabila PPA digunakan bersamaan dengan teofilin maka akan mengakibatkan teofilin lebih lama berada di dalam tubuh. Salah satu kerja obat teofilin adalah relaksasi otot bronkial, yang kemungkinan dapat menyebabkan depresi pernafasan apabila konsentrasi teofilin dalam tubuh menjadi terlalu tinggi (akibat menurunnya clearance teofilin). Maka untuk menghindari interaksi obat ini, jangan gunakan PPA bersamaan dengan teofilin.
Kesimpulannya, PPA tidak menyebabkan efek samping depresi pernafasan. Akan tetapi apabila PPA digunakan bersamaan dengan teofilin, maka akan terjadi interaksi merugikan yang dapat menyebabkan depresi pernafasan.






