INTERAKSI OBAT PADA PENGOBATAN TUKAK LAMBUNG
Tukak lambung adalah pengikisan pada dinding lambung,tukak ini terjadi di daerah duodenum(bagian awal dari usus halus,dan kedaerah inilah isi lambung di alihkan)
Gejala lazim dari tukak lambung adalah rasa nyeri atau nyeri ulu hati,pada bagian atas perut atau bawah dada.terutama sesudah makan makanan yang merangsang ,alkohol,kopi.
Pendarahan yang terjadi berasal dari tukak menyebabkan tinja berwarna hitam pekat,dan mungkin timbul rasa lemah lesu karena kehilangan darah.
Hal yang perlu dihindari pada penderita tukak lambung antara lain:alkohol,kopi,kola,dan minuman lain yang mengandung kofein,dan meningkatkan sekresi asam lambung.
Ada empat macam golongan obat yang digunakan untuk mengobati tukak lambung:
1.Antasida yaitu untuk menetralkan asam yang disekresikan oleh lambung.
2.Antikolinergika yaitu mengurangi sekresi asam lambung dan mengurangi motilitas atau gerakan otot polos pada lambung dan usus.
3.Antagonis histamin H2 yaitu untuk menghambat sekresi asam lambung.
4.Sukralfat yaitu obat yang berfungsi membentuk semacam lapisan pelindung disekitar tukak,dan melindunginya dari asam yang merangsang.
INTERAKSI OBAT
ANTIKOLINERGIKA dengan ANTASIDA
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek dari antikolinergik berkurang.
Akibatnya :Antikolinergika tidak bekerja sebagaimana diharapkan.
Untuk mencegah interaksi ini sebaiknya pisahkan waktu penggunaan obat dengan jarak sekurang-kurangnya satu jam.
ANTIKOLINERGIKA dengan ANTIDEPRESAN
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek samping antikolinergik secara berlebihan.
Akibatnya :Mulut kering,penglihatan kabur,pusing,sembelit,sulit buang air kecil,iritasi lambung,bicara tidak jelas,nanar,jantung berdebar,mungkin psikosis toksik,
Antidepresan digunakan untuk meringankan tekanan jiwa dan memperbaiki suasana hati.
Contoh antidepresan :Amitriptilin,ludiomil,klordiazepoksid,perfenazin,doksepin,
ANTIKOLINERGIKA dengan ANTIHISTAMIN
Kombinasi ini juga dapat menyebabkan efek samping antikolinergik secara berlebihan.
Akibatnya:Mulut kering,penglihatan kabur,pusing,sembelit,sulit buang air kecil, iritasi lambung,bicara tidak jelas,jantung berdebar.
Antihistamin digunakan dalam berbagai bentuk sediaan untuk alergi,flu,batuk,dan dalam obat untuk membantu tidur.
ANTIKOLINERGIKA dengan DIGOKSIN
Efek samping akan meningkat,digoksin digunakan untuk mengobati layu jantung dan menormalkan kembali denyut jantung yang tidak beraturan.
Akibatnya:Mungkin terjadi efek samping karena terlalu banyak digoksin,disertai gejala mual,gangguan penglihatan,bingung,kehilangan selera makan,tak bertenaga,sakit kepala,denyut jantung tak teratur.
ANTIKOLINERGIKA dengan LEVODOPA
Efek dari levodopa dapat berkurang,levodopa digunakan untuk meringankan gejala penyakit parkinson,akibatnya penyakit mungkin tidak terkendali dengan baik.
Kombinasi ini juga dapat menimbulkan efek samping antikolinergik secara berlebihan.
Akibatnya : Mulut kering,penglihatan kabur,pusing,sembelit,sulit BAK,bicara tidak jelas,jantung
berdebar,psikosi toksik.
ANTIKOLINERGIKA dengan KININ(obat malaria)
Kombinasi ini dapat menyebabkan efeksamping antikolinergik secara berlebihan,dan berakibat seperti diatas.
Kinin adalah obat bebas untuk mengobati malaria dan mencegah kejang betis malam hari.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan ANTASIDA
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek simetidin menjadi berkurang.
Akibatnya : Tukak mungkin tidak terobati dengan baik.
Sangat penting sekali berhati-hati dengan interaksi ini karena kedua obat tersebut sering digunakan bersama-sama pada pengobatan tukak.
Untuk mencegah interaksi gunakan kedua obat dengan selang waktu paling sedikit satu jam.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan ANTIKOAGULAN (pencegah pembekuan darah)
Bila kedua obat ini digunakan secara bersamaan maka efek dari simetidin dapat meningkat.
Antikoagulan digunakan untuk mengencerkan darah dan mencegah pembekuan darah.
Akibatnya resiko perdarahan dapat meningkat.
Contoh antikoagulan Warfarin.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan OBAT ASMA (golongan teofilin)
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek obat asma menjadi meningkat.
Obat asma digunakan untuk melancarkan aliran darah diparu-paru sehingga memudahkan penderita asama bernafas.
Akibatnya: mungkin terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak teofilin,disertai gejala mual,pusing sakit kepala, mudah terangsang,imsomnia,takhikardia,denyut jantung tidak teratur,tremor,dan mungkin kejang.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan OBAT JANTUNG BETA BLOCKER
Efek beta blocker menjadi meningkat,beta blocker digunakan untuk mengobati angina,menormalkan kembali denyut jantung,menanggulangi tekanan darah tinggi,
Akibatnya : Timbul efek samping merugikan karena terlalu banya beta blocker,lelah,kesulitan bernafas,denyut jantung tak teratur,tekanan darah rendah,pingsan.
ATENOLOL mungkin tidak bereaksi dengan simetidin.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan KOFEIN
Bila digunakan secara bersamaan efek dari kofein dapat meningkat.
Akibatnya mungkin dapat terjadi kofeinisme,disertai gejala gelisah,mudah terangsang, sakit kepala,tremor,pernafasan cepat dan imsomnia.
Sumber kofein antara lain:
kopi,teh,kola dan minuman ringan lainya,coklat.dan juga terdapat pada obat bebas untuk pengobata flu,batuk ,nyeri haid.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) FENITOIN (dilantin)
Bila digunakan bersamaan akibatnya efek fenitoin dapat meningkat,
Fenitoin adalah antikonvulsan yang digunakan untuk mengendalikan kejang pada gangguan seperti ayan.
Akibatnya: Mungkin terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak fenitoin,disertai gejala gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan SUKRALFAT
Efek sukralfat menjadi berkurang.
Akibatnya tukak mungkin tidak terobati dengan baik,sangat penting berhati-hati dengan interaksi obat ini karena kedua obat ditujukan untuk pengobatan tukak,sebaiknya kombinasi ini tidak digunakan secara bersamaan.
ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin) dengan TRANKUILANSIA (penenang)
Bila digunakan secara bersamaan efek dari obat penenang dapat meningkat.
Trankuilansia digunakan untuk meredakan rasa gelisah dan cemas.
Akibatnya efek samping erugikan karena terlalu banyak trankuilansia disertai gejala sedasi berlebihan,mengantuk,hilang koordinasi dan kewaspadaan mental,gangguan funsi pernafasan dan peredaran darah yang menyebabkan koma dan kematian.
Contoh trankuilansia:diazepam,alprazolam,lorazepam,oksazepam,klordiazepoksid,triazolam,amitriptilin.
Khusus ranitidin cukup aman digunakan bersama dengan obat penenang dan jarang terjadi interaksi
(By Diki,dari berbagai sumber)
Comments
One Response to “INTERAKSI OBAT PADA PENGOBATAN TUKAK LAMBUNG”
Leave a Reply







Mau Share Ya. Propolis merupakan solusi kesehatan untuk berbagai penyakit, termasuk Tukak Lambung, yg bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyataka dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com
semoga bermanfaat
Rahmah