INTERAKSI OBAT PADA PENANGANAN DIARE
Obat diare yang dapat dibeli bebas mengandung adsorben atau gabungan antara adsorben dan pereda nyeri (paregorik)
adsorben mengikat bakteri dan toksin sehingga dapat dibawa melalui usus dan dibawa usus dan dikeluarkan bersama tinja, Adsorben yang digunakan dalam sediaan anti diare antara lain attapulgit aktif,karbon aktif,garam bismut,kaolin dan pektin.
Paregorik menanggulangi diare dengan memperlambat gerakan atau motilitas usus dan menyediakan waktu yang cukup untuk membentuk tinja yang padat.
INTERAKSI OBAT DIARE DENGAN BEBERAPA OBAT
ADSORBEN dengan DIGOKSIN
Bila kedua obat ini digunakan secara bersamaan maka efek digoksin dapat berkurang.
Adsorben mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap digoksin,digoksin adalah obat yang digunakan untuk mengobati layu jantung atau menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur.
Akibatnya: Kondisi penderita tidak terkendali dengan baik,untuk mencegah interaksi ini jarak penggunaan digoksin dengan adsorben tidak boleh kurang dari dua jam.
ADSORBEN dengan KLINDAMISIN/LINCOMISIN
Bila digunakan secara bersamaan maka efek dari klindamisin atau lincomisin bisa berkurang.
Adsorben mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kedua obat ini,klindamisin maupun lincomisin merupakan antibiotika yang dicadangkan untuk mengobati beberapa jenis infeksi berbahaya jika penicillin tidak dapat digunakan atau jika pasien alergi terhadap penisillin.
Akibatnya: Infeksi yang sedang ditangani kemungkinan tidak bisa sembuh.
Untuk mencegah atau mengurangi interaksi sebaiknya adsorben digunakan dengan jarak tiga atau empat jamdari waktu penggunaan antibiotika ini.
DIFENOKSILAT(LOMOTIL) dengan DIGOKSIN
Bila digunakan secara bersamaan maka efek dari digoksin dapat meningkat.
Dengan memperlambat gerakan usus halus difenoksilat menaikkan penyerapan digoksin oleh tubuh
Dogoksin digunakan untuk mengobati layu jantung atau menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur ,Akibatnya efek samping merugikan terjadi karena terlalu banyak digoksin.
Gejalanya antara lain : mual,sakit kepala,tidak ada nafsu makan,gangguan penglihatan, bingung,tak bertenaga,bradikardia,atau takhikardia,dan aritmia jantung.
Efek ini dapat diperkecil bila obat jantung yang digunakan merupakan obat yang mudah larut seperti LANOXIN.
LOPERAMIDA dengan DIGOKSIN
Bila kedua obat ini digunakan secara bersamaan maka efek digoksin dapat meningkat.
Dengan memperlambat gerakan usus halus loperamida menaikkan penyerapan digoksin oleh tubuh.
Digoksin digunakan untuk mengobati layu jantung dan menormalkan kembali denyut jantung yang tidak teratur.
Akibatnya: Efek samping merugikan mungkin dapat terjadi karena terlalu banyak digoksin.
Gejalanya antara lain: Mual,sakit kepala,tak ada nafsu makan,gangguan penglihatan,bingung,tak bertenaga,bradikardia,takhikardia,aritmia jantung.
Efek ini dapat diperkecil bila bila obat jantung yang digunakan adalah obat yang mudah larut
seperti lanoxin.
PAREGORIK dengan DIGOKSIN
Sama seperti pada loperamida dan digoksin yaitu efek dari digoksin dapat meningkat.gejalanyapun juga kurang lebih sama dan bisa diperkecil dengan menggunakan obat jantung yang mudah larut.
(by diki :dari berbagai sumber)
Comments
Leave a Reply






