<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PENUNJANG MEDIS &#187; interaksi obat</title>
	<atom:link href="http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/category/interaksi-obat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
	<description>disease and treatment information</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Apr 2011 17:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
<image>
<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com</link>
<url>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/wp-content/mbp-favicon/menopause.jpg</url>
<title>PENUNJANG MEDIS</title>
</image>
		<item>
		<title>Beberapa Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Obat</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/beberapa-makanan-yang-tidak-boleh-dikonsumsi-bersama-obat.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/beberapa-makanan-yang-tidak-boleh-dikonsumsi-bersama-obat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 15:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[efek obat makanan]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi obat dan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[obat vs makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa jenis makanan dan minuman ada yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu. karena dikhawatirkan bila dikonsumsi bersamaan akan dapat menyebabkan masalah kesehatan,dan biasanya dalam kemasan sebuah obat sudah tertera, Berikut ini contoh beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dicampur dengan obat-obatan tertentu : Cranberry VS Warfarin Warfarin lebih banyak diberikan sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa jenis makanan dan minuman ada yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu. karena dikhawatirkan bila dikonsumsi bersamaan akan dapat menyebabkan masalah kesehatan,dan biasanya dalam kemasan sebuah obat sudah tertera, Berikut ini contoh beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dicampur dengan obat-obatan tertentu :<span id="more-280"></span></p>
<p><strong>Cranberry VS Warfarin</strong></p>
<p>Warfarin lebih banyak diberikan sebagai resep untuk mengencerkan darah. Namun menurut hasil penelitian, mencampur keduanya dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan. Oleh karena itu, hindari meminum jus cranberry saat Anda sedang mengunakan obat pengencer darah tersebut.</p>
<p><strong>Havermut-Oatmeal VS Digoxin</strong></p>
<p>Penderita penyakit jantung yang sedang meminum obat digoxin, sebaiknya menghindari mengkonsumsi havernut-oatmeal. Kandungan serat tinggi di dalam havermut diketahui dapat menghambat proses absorpsi obat.</p>
<p><strong>Susu VS Tetracycline<br />
</strong><br />
Jangan meminum susu ataupun produk-produk yang mengandung susu di saat Anda sedang mengkonsumsi obat antibiotik tetracycline. Karena kalsium yang terkandung dalam susu dapat mengurangi absorpsi. Sebaiknya meminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.<br />
<strong>Makanan yang mengandung Tyramine dan Kafein VS MAO Inhibitor</strong></p>
<p>Jangan mencampur jenis makanan yang kaya akan kandungan tyramine seperti yang terdapat pada keju, daging olahan, avokad, pisang, red wine ataupun produk-produk yang mengandung kafein dengan MAO Inhibitor. Pencampuran ini dapat menyebabkan Anda menderita sakit kepala yang parah dan kenaikan tekanan darah yang kemungkinan berakibat fatal (Hypertensive Crisis).</p>
<p><strong>Jus Grapefruit VS Calcium Channel Blockers &amp; Benzodiazepine </strong></p>
<p>Minuman ini diketahui dapat menyebabkan masalah dengan menghambat enzim yang bekerja dalam metabolisme obat dan menguatkan efek obat-obatan tertentu, termasuk diantaranya estrogen (yang ada di dalam pil penjarang kehamilan), calcium channel blockers (obat tekanan darah tinggi) dan obat penenang benzodiazepine tertentu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/beberapa-makanan-yang-tidak-boleh-dikonsumsi-bersama-obat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INTERAKSI OBAT PADA PENGOBATAN TUKAK LAMBUNG</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat-pada-pengobatan-tukak-lambung.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat-pada-pengobatan-tukak-lambung.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 16:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[INTERAKSI OBAT PADA PENGOBATAN TUKAK LAMBUNG]]></category>
		<category><![CDATA[efek samping]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi obat lambung]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan tukak lambung]]></category>
		<category><![CDATA[tukak lambung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Tukak lambung adalah pengikisan pada dinding lambung,tukak ini terjadi di daerah duodenum(bagian awal dari usus halus,dan kedaerah inilah isi lambung di alihkan) Gejala lazim dari tukak lambung adalah rasa nyeri atau nyeri ulu hati,pada bagian atas perut atau bawah dada.terutama sesudah makan makanan yang merangsang ,alkohol,kopi. Pendarahan yang terjadi berasal dari tukak menyebabkan tinja berwarna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Tukak lambung</strong></em> adalah pengikisan pada dinding lambung,tukak ini terjadi di daerah duodenum(bagian awal dari usus halus,dan kedaerah inilah isi lambung di alihkan)<br />
Gejala lazim dari tukak lambung adalah rasa nyeri atau nyeri ulu hati,pada bagian atas perut atau bawah dada.terutama sesudah makan makanan yang merangsang ,alkohol,kopi.<br />
Pendarahan yang terjadi berasal dari tukak menyebabkan tinja berwarna hitam pekat,dan mungkin timbul rasa lemah lesu karena kehilangan darah.<span id="more-143"></span><br />
Hal yang perlu dihindari pada penderita tukak lambung antara lain:alkohol,kopi,kola,dan minuman lain yang mengandung kofein,dan meningkatkan sekresi asam lambung.<br />
Ada empat macam golongan obat yang digunakan untuk mengobati tukak lambung:<br />
1.<strong>Antasida</strong> yaitu untuk menetralkan asam yang disekresikan oleh lambung.<br />
2.<strong>Antikolinergik</strong>a yaitu mengurangi sekresi asam lambung dan mengurangi motilitas atau gerakan otot polos pada lambung dan usus.<br />
3.<strong>Antagonis histamin H2</strong> yaitu untuk menghambat sekresi asam lambung.<br />
4.<strong>Sukralfat </strong>yaitu obat yang berfungsi membentuk semacam lapisan pelindung disekitar tukak,dan melindunginya dari asam yang merangsang.</p>
<p><em><strong>INTERAKSI OBAT</strong></em></p>
<p><em><strong>ANTIKOLINERGIKA dengan ANTASIDA</strong></em><br />
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek dari antikolinergik berkurang.<br />
Akibatnya :Antikolinergika tidak bekerja sebagaimana diharapkan.<br />
Untuk mencegah interaksi ini sebaiknya pisahkan waktu penggunaan obat dengan jarak sekurang-kurangnya satu jam.</p>
<p><em><strong>ANTIKOLINERGIKA dengan ANTIDEPRESAN</strong></em><br />
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek samping antikolinergik secara berlebihan.<br />
Akibatnya :Mulut kering,penglihatan kabur,pusing,sembelit,sulit buang air kecil,iritasi lambung,bicara tidak jelas,nanar,jantung berdebar,mungkin psikosis toksik,<br />
Antidepresan digunakan untuk meringankan tekanan jiwa dan memperbaiki suasana hati.<br />
Contoh antidepresan :Amitriptilin,ludiomil,klordiazepoksid,perfenazin,doksepin,</p>
<p><em><strong>ANTIKOLINERGIKA dengan ANTIHISTAMIN</strong></em><br />
Kombinasi ini juga dapat menyebabkan efek samping antikolinergik secara berlebihan.<br />
Akibatnya:Mulut kering,penglihatan kabur,pusing,sembelit,sulit buang air kecil, iritasi lambung,bicara tidak jelas,jantung berdebar.<br />
Antihistamin digunakan dalam berbagai bentuk sediaan untuk alergi,flu,batuk,dan dalam obat untuk membantu tidur.</p>
<p><em><strong>ANTIKOLINERGIKA dengan DIGOKSIN</strong></em><br />
Efek samping akan meningkat,digoksin digunakan untuk mengobati layu jantung dan menormalkan kembali denyut jantung yang tidak beraturan.<br />
Akibatnya:Mungkin terjadi efek samping karena terlalu banyak digoksin,disertai gejala mual,gangguan penglihatan,bingung,kehilangan selera makan,tak bertenaga,sakit kepala,denyut jantung tak teratur.</p>
<p><em><strong>ANTIKOLINERGIKA dengan LEVODOPA</strong></em><br />
Efek dari levodopa dapat berkurang,levodopa digunakan untuk meringankan gejala penyakit parkinson,akibatnya penyakit mungkin tidak terkendali dengan baik.<br />
Kombinasi ini juga dapat menimbulkan efek samping antikolinergik secara berlebihan.<br />
Akibatnya : Mulut kering,penglihatan kabur,pusing,sembelit,sulit BAK,bicara tidak jelas,jantung<br />
berdebar,psikosi toksik.</p>
<p><em><strong>ANTIKOLINERGIKA dengan KININ(obat malaria)</strong></em><br />
Kombinasi ini dapat menyebabkan efeksamping antikolinergik secara berlebihan,dan berakibat seperti diatas.<br />
Kinin adalah obat bebas untuk mengobati malaria dan mencegah kejang betis malam hari.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan ANTASIDA</strong></em><br />
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek simetidin menjadi berkurang.<br />
Akibatnya : Tukak mungkin tidak terobati dengan baik.<br />
Sangat penting sekali berhati-hati dengan interaksi ini karena kedua obat tersebut sering digunakan bersama-sama pada pengobatan tukak.<br />
Untuk mencegah interaksi gunakan kedua obat dengan selang waktu paling sedikit satu jam.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan ANTIKOAGULAN (pencegah pembekuan darah)</strong></em><br />
Bila kedua obat ini digunakan secara bersamaan maka efek dari simetidin dapat meningkat.<br />
Antikoagulan digunakan untuk mengencerkan darah dan mencegah pembekuan darah.<br />
Akibatnya resiko perdarahan dapat meningkat.<br />
Contoh antikoagulan Warfarin.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan OBAT ASMA (golongan teofilin)</strong></em><br />
Kombinasi ini dapat menyebabkan efek obat asma menjadi meningkat.<br />
Obat asma digunakan untuk melancarkan aliran darah diparu-paru sehingga memudahkan penderita asama bernafas.<br />
Akibatnya: mungkin terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak teofilin,disertai gejala mual,pusing sakit kepala, mudah terangsang,imsomnia,takhikardia,denyut jantung tidak teratur,tremor,dan mungkin kejang.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan OBAT JANTUNG BETA BLOCKER</strong></em><br />
Efek beta blocker menjadi meningkat,beta blocker digunakan untuk mengobati angina,menormalkan kembali denyut jantung,menanggulangi tekanan darah tinggi,<br />
Akibatnya : Timbul efek samping merugikan karena terlalu banya beta blocker,lelah,kesulitan bernafas,denyut jantung tak teratur,tekanan darah rendah,pingsan.<br />
ATENOLOL mungkin tidak bereaksi dengan simetidin.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan KOFEIN</strong></em><br />
Bila digunakan secara bersamaan efek dari kofein dapat meningkat.<br />
Akibatnya mungkin dapat terjadi kofeinisme,disertai gejala gelisah,mudah terangsang, sakit kepala,tremor,pernafasan cepat dan imsomnia.<br />
Sumber kofein antara lain:<br />
kopi,teh,kola dan minuman ringan lainya,coklat.dan juga terdapat pada obat bebas untuk pengobata flu,batuk ,nyeri haid.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) FENITOIN (dilantin)</strong></em><br />
Bila digunakan bersamaan akibatnya efek fenitoin dapat meningkat,<br />
Fenitoin adalah antikonvulsan yang digunakan untuk mengendalikan kejang pada gangguan seperti ayan.<br />
Akibatnya: Mungkin terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak fenitoin,disertai gejala gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin/ranitidin) dengan SUKRALFAT</strong></em><br />
Efek sukralfat menjadi berkurang.<br />
Akibatnya tukak mungkin tidak terobati dengan baik,sangat penting berhati-hati dengan interaksi obat ini karena kedua obat ditujukan untuk pengobatan tukak,sebaiknya kombinasi ini tidak digunakan secara bersamaan.</p>
<p><em><strong>ANTAGONIS HISTAMIN H2 (simetidin) dengan TRANKUILANSIA (penenang)</strong></em><br />
Bila digunakan secara bersamaan efek dari obat penenang dapat meningkat.<br />
Trankuilansia digunakan untuk meredakan rasa gelisah dan cemas.<br />
Akibatnya efek samping erugikan karena terlalu banyak trankuilansia disertai gejala sedasi berlebihan,mengantuk,hilang koordinasi dan kewaspadaan mental,gangguan funsi pernafasan dan peredaran darah yang menyebabkan koma dan kematian.<br />
Contoh trankuilansia:diazepam,alprazolam,lorazepam,oksazepam,klordiazepoksid,triazolam,amitriptilin.</p>
<p>Khusus ranitidin cukup aman digunakan bersama dengan obat penenang dan jarang terjadi interaksi</p>
<p><em>(By Diki,dari berbagai sumber)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat-pada-pengobatan-tukak-lambung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INTERAKSI OBAT PADA PENANGANAN DIARE</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat-pada-penanganan-diare.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat-pada-penanganan-diare.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 16:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[INTERAKSI OBAT PADA PENANGANAN DIARE]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi obat diare]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan diare]]></category>
		<category><![CDATA[terapi diare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Obat diare yang dapat dibeli bebas mengandung adsorben atau gabungan antara adsorben dan pereda nyeri (paregorik) adsorben mengikat bakteri dan toksin sehingga dapat dibawa melalui usus dan dibawa usus dan dikeluarkan bersama tinja, Adsorben yang digunakan dalam sediaan anti diare antara lain attapulgit aktif,karbon aktif,garam bismut,kaolin dan pektin. Paregorik menanggulangi diare dengan memperlambat gerakan atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Obat diare yang dapat dibeli bebas mengandung adsorben  atau gabungan antara adsorben dan pereda nyeri (paregorik)<br />
adsorben mengikat bakteri dan toksin sehingga dapat dibawa melalui usus dan dibawa usus dan dikeluarkan bersama tinja, Adsorben yang digunakan dalam sediaan anti diare antara lain attapulgit aktif,karbon aktif,garam bismut,kaolin dan pektin.<br />
Paregorik menanggulangi diare dengan memperlambat gerakan atau motilitas usus dan menyediakan waktu yang cukup untuk membentuk tinja yang padat.</p>
<p><strong>INTERAKSI OBAT DIARE DENGAN BEBERAPA OBAT</strong></p>
<p><em><strong>ADSORBEN dengan DIGOKSIN</strong></em></p>
<p>Bila kedua obat ini digunakan secara bersamaan maka efek digoksin dapat berkurang.<br />
Adsorben mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap digoksin,digoksin adalah obat yang digunakan untuk mengobati layu jantung atau menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur.<br />
Akibatnya: Kondisi penderita tidak terkendali dengan baik,untuk mencegah interaksi ini jarak penggunaan digoksin dengan adsorben tidak boleh kurang dari dua jam.<span id="more-140"></span></p>
<p><em><strong>ADSORBEN dengan KLINDAMISIN/LINCOMISIN</strong></em></p>
<p>Bila digunakan secara bersamaan maka efek dari klindamisin atau lincomisin bisa berkurang.<br />
Adsorben mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kedua obat ini,klindamisin maupun lincomisin merupakan antibiotika yang dicadangkan untuk mengobati beberapa jenis infeksi berbahaya jika penicillin tidak dapat digunakan atau jika pasien alergi terhadap penisillin.<br />
Akibatnya: Infeksi yang sedang ditangani kemungkinan tidak bisa sembuh.<br />
Untuk mencegah atau mengurangi interaksi sebaiknya adsorben digunakan dengan jarak tiga atau empat jamdari waktu penggunaan antibiotika ini.</p>
<p><em><strong>DIFENOKSILAT(LOMOTIL) dengan DIGOKSIN</strong></em></p>
<p>Bila digunakan secara bersamaan maka efek dari digoksin dapat meningkat.<br />
Dengan memperlambat gerakan usus halus difenoksilat menaikkan penyerapan digoksin oleh tubuh<br />
Dogoksin digunakan untuk mengobati layu jantung atau menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur ,Akibatnya efek samping merugikan terjadi karena terlalu banyak digoksin.<br />
Gejalanya antara lain : mual,sakit kepala,tidak ada nafsu makan,gangguan penglihatan, bingung,tak bertenaga,bradikardia,atau takhikardia,dan aritmia jantung.<br />
Efek ini dapat diperkecil bila obat jantung yang digunakan merupakan obat yang mudah larut seperti LANOXIN.</p>
<p><em><strong>LOPERAMIDA dengan DIGOKSIN</strong></em></p>
<p>Bila kedua obat ini digunakan secara bersamaan maka efek digoksin dapat meningkat.<br />
Dengan memperlambat gerakan usus halus loperamida menaikkan penyerapan digoksin oleh tubuh.<br />
Digoksin digunakan untuk mengobati layu jantung dan menormalkan kembali denyut jantung yang tidak teratur.<br />
Akibatnya: Efek samping merugikan mungkin dapat terjadi karena terlalu banyak digoksin.<br />
Gejalanya antara lain: Mual,sakit kepala,tak ada nafsu makan,gangguan penglihatan,bingung,tak bertenaga,bradikardia,takhikardia,aritmia jantung.<br />
Efek ini dapat diperkecil bila bila obat jantung yang digunakan adalah obat yang mudah larut<br />
seperti lanoxin.</p>
<p><em><strong>PAREGORIK dengan DIGOKSIN</strong></em></p>
<p>Sama seperti pada loperamida dan digoksin yaitu efek dari digoksin dapat meningkat.gejalanyapun juga kurang lebih sama dan bisa diperkecil dengan menggunakan obat jantung yang mudah larut.</p>
<p><em>(by diki :dari berbagai sumber)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat-pada-penanganan-diare.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interaksi obat</title>
		<link>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat.html</link>
		<comments>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 17:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diki</dc:creator>
				<category><![CDATA[interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi antar obat-obatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh interaksi obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh interaksi beberapa macam obat yang kita konsumsi secara bersamaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah drug interaction, merupakan salah satu kesalahan pengobatan yang paling banyak dilakukan saat ini. Namun, biasanya kesalahan pengobatan karena drug interaction ini jarang terungkap, karena kekurang-pengetahuan kita, baik dokter, apoteker, apalagi pasien tentang hal ini. Jika terjadi kegagalan pengobatan, umumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh interaksi beberapa macam obat yang kita konsumsi secara bersamaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah drug interaction, merupakan salah satu kesalahan pengobatan yang paling banyak dilakukan saat ini. Namun, biasanya kesalahan pengobatan karena drug interaction ini jarang terungkap, karena kekurang-pengetahuan kita, baik dokter, apoteker, apalagi pasien tentang hal ini.<span id="more-137"></span></p>
<p>Jika terjadi kegagalan pengobatan, umumnya sangat jarang dikaitkan dengan drug interaction. Padahal kemungkinan terjadinya drug interaction ini cukup besar, terutama pada pasien yang mengonsumsi lebih dari 5 macam obat pada saat yang bersamaan. Pada saat ini lebih dari 25 jenis obat baru dilempar ke pasar setiap tahunnya. Dan, tampaknya hampir mustahil jika seorang dokter atau apoteker harus menghafalkan dan menguasai masalah interaksi obat dari sekian ribu macam obat yang beredar sekarang ini.</p>
<p>Sebab itu setiap pusat pengobatan modern, apakah itu rumah sakit, puskesmas atau praktek dokter pribadi, dan juga apotek, sebaiknya atau bahkan seharusnya memiliki akses paling tidak ke salah satu pusat data interaksi obat. Agar berbagai macam obat yang diberikan kepada pasien dapat diperhitungkan terlebih dahulu dengan seksama kemungkinan interaksinya.</p>
<p>Swamedikasi atau pengobatan sendiri yang kini banyak dilakukan juga sangat potensial menimbulkan masalah interaksi obat. Demikian pula jika pasien berkonsultasi dan mendapat obat dari beberapa orang dokter pada saat bersamaan. Karena itu, konsumen harus selalu memberi tahu dokter yang mengobatinya, obat apa yang sedang dikonsumsinya saat itu. Selain itu, pasien juga harus menginformasikan kepada dokter apakah pada saat itu ia juga sedang mengikuti program KB tertentu, atau sedang minum jamu atau suplemen makanan tertentu. Agar dokter pemberi resep dapat mempertimbangkan dan memilih obat yang akan diberikan kepada pasien, yang tidak ada atau paling sedikit efek negatif interaksi obatnya.</p>
<p>Konsumen juga sebaiknya tidak malas dan tidak bosan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai obat yang dikonsumsinya, baik obat yang diresepkan dokter ataupun obat-obat OTC (over the counter, alias obat yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter). Informasi tentang obat dan interaksi obat ini dapat ditanyakan pada dokter yang memberikan resep, pada apoteker di apotek, atau dapat mencari sendiri di buku-buku farmasi dan kesehatan, atau di pusat-pusat data interaksi obat yang dapat dipercaya, yang beberapa di antaranya dapat diakses melalui internet.</p>
<p>Pada prinsipnya interaksi obat dapat menyebabkan dua hal penting. Yang pertama, interaksi obat dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan khasiat obat, baik melalui penghambatan penyerapannya atau dengan mengganggu metabolisme atau distribusi obat tersebut di dalam tubuh. Yang kedua, interaksi obat dapat menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan yang serius, karena meningkatnya efek samping dari obat-obat tertentu. Risiko kesehatan dari interaksi obat ini sangat bervariasi, bisa hanya sedikit menurunkan khasiat obat namun bisa pula fatal. Penghambatan penyerapan obat, misalnya, dapat terjadi jika Anda mengonsumsi suatu obat tertentu bersama-sama dengan norit.</p>
<p>Norit dapat dibeli bebas dan sering dipakai untuk mengurangi kembung dan diare. Norit ini bersifat menyerap racun dan zat-zat lainnya di lambung. Sifat inilah sebenarnya yang dipakai untuk mengurangi kembung dan diare. Namun, norit menyerap zat-zat di lambung hampir tak pilih bulu sehingga obat-obat yang Anda minum dalam waktu bersamaan atau dalam rentang waktu 3-5 jam sekitar waktu makan norit juga akan ikut diserap oleh norit. Akibatnya, penyerapan obat oleh tubuh justru berkurang sehingga efek atau khasiat obat yang Anda minum tersebut akan berkurang, dan mungkin efek pengobatan tidak akan tercapai.</p>
<p>Penurunan atau pengurangan penyerapan obat oleh tubuh juga dapat terjadi jika Anda mengkonsumsi suatu obat tertentu bersamaan dengan obat, makanan atau suplemen makanan yang banyak mengandung kalsium, magnesium, aluminium atau zat besi. Mineral-mineral ini banyak terdapat dalam berbagai macam suplemen vitamin dan juga dalam obat maag (antasida).</p>
<p>Kalsium, magnesium, aluminium dan zat besi dapat bereaksi dengan beberapa obat tertentu, misalnya antibiotika tetrasiklin dan turunan fluoroquinolon seperti ciprofloxacin, levofloxacin, ofloxacin, dan trovafloxacin, membentuk senyawa yang sukar diabsorpsi atau diserap oleh tubuh. Jika ini terjadi, maka tujuan pengobatan dengan antibiotika untuk membunuh kuman penyakit di dalam tubuh akan terganggu dan mungkin tidak tercapai. Satu penelitian mengungkapkan bahwa penurunan absorpsi antibiotika karena drug interaction dengan mineral-mineral tersebut dapat mencapai 50-75 persen.</p>
<p><strong>Antibiotika Rifampicin</strong> dapat mengurangi efektivitas dari berbagai pil kontraseptif. Sehingga ibu-ibu yang menggunakan pil KB sebaiknya berhati-hati ketika mengonsumsi antibiotika. Bisa-bisa pil KB-nya tidak bekerja pada saat Ibu diterapi dengan rifampicin, sehingga program KB nya bisa gagal. Kombinasi rifampicin-pil KB ini juga dapat meningkatkan ririko terjadinya perdarahan.</p>
<p>Obat-obat<em> antihistamin </em>atau <em>antialergi</em> juga sangat potensil mengadakan interaksi obat. Antihistamin sering diberikan dalam obat flu atau obat batuk. Kombinasi antihistamin dengan obat-obat penenang atau obat-obat yang bekerja menekan sistem syaraf pusat seperti luminal dan diazepam harus dihindari, sebab kombinasi ini dapat mengadakan potensiasi, sehingga dapat terjadi efek penekanan sistem syaraf pusat secara berlebihan. Antihistamin juga harus sangat hati-hati diberikan pada pasien yang sedang mendapatkan terapi antihipertensi (tekanan darah tinggi)</p>
<p>(sumber:depkes)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/interaksi-obat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)

Served from: mediapenunjangmedis.dikirismanto.com @ 2012-02-10 05:55:44 -->
